MALUKU UTARA
SOFIFI –( 26 /6/2026)-Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Maluku Utara dipastikan akan segera memanggil pihak kontraktor yang melaksanakan pekerjaan pembangunan Jembatan Darat di Desa Cango, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan.
Langkah ini menyusul laporan dan desakan keras dari warga setempat yang menyatakan proyek tersebut terbengkalai dan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media Molokunews.com, pekerjaan jembatan tersebut telah memasang papan proyek dengan nilai kontrak mencapai Rp3.311.917.000. Kegiatan dimulai dengan pembongkaran struktur lama, namun setelah tahap itu selesai, pelaksanaan pekerjaan terhenti total.
Warga mengungkapkan bahwa proyek di ruas jalan Saketa–Dehepodo itu sudah ditinggalkan lebih dari tiga bulan tanpa ada aktivitas pekerja maupun peralatan yang terlihat di lokasi.
Padahal jembatan tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan wilayah Gane Barat, Dehepodo, serta sejumlah desa di sekitarnya dan menjadi urat nadi aktivitas sehari‑hari warga untuk keperluan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat secara tegas mendesak Dinas PU dan Tata Ruang Provinsi Serta Gubernur Maluku Utara ,untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.
Warga meminta agar kinerja kontraktor diperiksa, penyebab terhentinya pekerjaan diketahui secara pasti, serta memastikan proyek segera dilanjutkan agar tidak merugikan kepentingan umum dan menghambat aksesibilitas warga dalam jangka panjang.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak kontraktor mengenai alasan penghentian pekerjaan.
Pihak dinas Dan Gubernur Maluku Utara diharapkan segera menindaklanjuti dengan pemanggilan Kontraktor yang bersangkutan Untuk klarifikasi ,agar proyek senilai 3,3 miliaran rupiah itu dapat selesai tepat waktu dan bermanfaat sesuai peruntukannya. Tim Awak Media Molokunews:(ACDO)
REDAKSI EDITOR TAYANGAN MEDIA ISMITO MOLOKUNEWSCOM- 🇲🇨
