🇲🇨-MOLOKUNEWSCOM-🇲🇨
Jumat 6 Maret 2026
LABUHA –Kabupaten Halmahera Selatan– Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di puskesmas wilayah Kabupaten Halmahera Selatan mengeluhkan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bulan September yang mencapai hingga 60 persen.
Para pegawai mengaku terkejut dengan besaran pemotongan tersebut, karena seluruh kewajiban pelaporan kinerja melalui aplikasi e-kinerja telah mereka selesaikan tepat waktu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemotongan TPP tersebut bukan dilakukan di tingkat puskesmas, melainkan berasal dari kebijakan di tingkat Dinas Kesehatan.
Kondisi ini membuat para pegawai di fasilitas layanan kesehatan tingkat puskesmas merasa tidak memiliki ruang untuk melakukan klarifikasi, sementara hak yang seharusnya mereka terima justru berkurang secara signifikan.
Semua laporan e-kinerja sudah kami selesaikan. Kewajiban sebagai PNS sudah dijalankan, tapi TPP justru dipotong sampai 60 persen.
Ini yang membuat teman-teman merasa heran dan kecewa,” ungkap salah satu ASN yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan serupa juga disampaikan pegawai lainnya.
Mereka menilai pemotongan dengan angka sebesar itu sangat memberatkan, terlebih TPP menjadi salah satu sumber penopang kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Para ASN juga mengaku hingga kini sebagian dari mereka belum mengambil sisa 40 persen TPP yang telah disalurkan dari bendahara dinas ke bendahara puskesmas.
Dana tersebut, menurut informasi, masih tersimpan di bendahara puskesmas karena para pegawai berharap sisa 60 persen yang dipotong masih dapat dibayarkan.
Kami belum mengambil yang 40 persen. Uangnya masih di bendahara puskesmas. Harapannya, semoga sisa 60 persen itu masih bisa dibayarkan, karena kami merasa sudah menjalankan kewajiban,” ujar sumber tersebut.(kabiro Aswad)
INFESTIGASI:(RUSLAN W)
REDAKSI-EDITOR TAYANGAN MEDIA: ISMITO MOLOKUNEWSCOM-🇲🇨
