—–MOLOKUNEWS .COM—-
Pada Selasa, 28 September 2025,🇮🇩
warga Aceh Tamiang menyerahkan satu pucuk senjata api M-16 A1 lengkap dengan magazen SS-1 melalui Dandim 0117/Aceh Tamiang.
Sementara pada Kamis, 25 September 2025, Pangdam kembali menerima satu pucuk Carl Walther Pabrikulm/DO Cal. 9 MM Made in Germany beserta magazennya dari warga Aceh Barat.
Mayjen TNI Joko Hadi Susilo mengapresiasi langkah sukarela masyarakat menyerahkan senjata api sisa konflik.
Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya bentuk kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan, tetapi juga bukti semakin matangnya sikap masyarakat Aceh dalam menjaga perdamaian pasca berakhirnya konflik.
Sebab menurutnya, saat ini kesadaran kolektif masyarakat menyerahkan senjata api sisa konflik menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan perdamaian Aceh.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah menyerahkan senjata api sisa konflik. Ini adalah wujud nyata dukungan terhadap stabilitas keamanan dan kedamaian di Aceh,” kata Joko, Minggu, 28 September 2025.
Ia mengatakan, menyimpan senjata api ilegal berpotensi menimbulkan kerawanan, bahkan mengancam ketertiban. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk tidak lagi menyimpannya senjata api maupun bahan peledak.
“Aceh saat ini sudah aman dan damai. Mari kita jaga bersama kondisi ini dengan tidak lagi menyimpan senjata api atau bahan peledak,” Ujarnya.Red
🇮🇩Sumber :Kodam Iskandar Muda
MolokuNews.Com
