🇲🇨MOLOKUNEWS.COM🇲🇨
Ternate, 25 April 2026
Sejumlah mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) menyuarakan tuntutan tegas terkait kondisi tata kelola kampus yang dinilai menyimpang dari prinsip kelembagaan yang sehat dan transparan.
Dalam aksi yang berlangsung langsung di gedung kampus , Rafika menyoroti sejumlah persoalan mendasar mulai dari lemahnya fungsi manajerial yayasan hingga proses pergantian rektor yang disebut cacat prosedur.
Rafika menilai Yayasan pengelola UNUTARA saat ini tidak mampu menjalankan fungsi manajerial secara profesional.
Rafika menjelaskan Berbagai persoalan internal seperti ketidakjelasan arah kebijakan hingga sistem pengambilan keputusan yang lemah dinilai berdampak langsung terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan kampus.
Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah mekanisme pergantian rektor yang tidak sesuai dengan statuta universitas.
Rafika menilai proses itu mencederai prinsip good university governance dan berpotensi merusak legitimasi kepemimpinan akademik.
Ini bukan hanya soal pergantian jabatan, tetapi soal rusaknya sistem yang seharusnya menjadi fondasi institusi pendidikan,” ungkap Rafika perwakilan mahasiswa.
Tak hanya itu, Rafika juga mengkritik orientasi yayasan yang dianggap tidak lagi sejalan dengan semangat awal pendirian UNUTARA.
Yayasan seharusnya menjadi penggerak pengabdian, bukan alat kepentingan individu,”Ujar Rafika .
UNUTARA didirikan bukan untuk pribadi seseorang, tetapi untuk umat,” tegas Rafika dalam pernyataannya.
Dalam konteks tersebut, Rafika mendorong agar UNUTARA dikembalikan ke dalam naungan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang memiliki legitimasi historis dan ideologis.
Rafika menilai konsep Jamaah Nahdiyin yang menjadi dasar berdirinya universitas harus dikembalikan sebagai ruh utama dalam pengelolaan institusi.
UNUTARA lahir dari semangat membangun sumber daya manusia Maluku Utara berbasis nilai-nilai NU.
Jika arah ini menyimpang, maka sudah seharusnya dilakukan koreksi besar,” ujar Rafika.
Selain persoalan tata kelola, Rafika juga menyoroti sejumlah tuntutan lain, antara lain: Belum diindahkannya pemberian almamater dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) oleh pihak universitas, Fasilitas kampus yang belum memadai, Adanya rangkap jabatan Pelaksana Harian (Plh) UNUTARA.
Rafika juga Menambakan Kurangnya transparansi penyaluran beasiswa secara menyeluruh, Praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan kampus yang harus segera dihentikan.
Kami Mahasiswa berharap adanya langkah konkret dari pihak universitas untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
Tuntutan ini menjadi sinyal kuat adanya krisis kepercayaan terhadap pengelolaan kampus sekaligus refleksi pentingnya menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas demi masa depan pendidikan di Maluku Utara.(Tim Red) R.
Editor Tayangan Media ISMito MOLOKUNEWSCOM- 🇲🇨
