Ternate -15 Juni 2026 –Molokunews-Sejumlah mahasiswa di Kota Ternate yang tergabung dalam Aliansi BM Mahasiswa Maluku Utara menggelar aksi unjuk rasa damai di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate.
Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan aspirasi masyarakat secara tegas dengan tuntutan utama penurunan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax.
Menurut para demonstran, pembedaan jenis BBM yang diberi subsidi dinilai tidak adil. Mereka menegaskan bahwa minyak tidak dapat dipisahkan berdasarkan jenisnya saja, sehingga pemerintah pusat seharusnya memberikan bantuan subsidi secara menyeluruh untuk semua jenis bahan bakar, bukan hanya untuk golongan Atau jenis tertentu.
Selain soal harga BBM, mereka juga menyampaikan sejumlah tuntutan lain yang berkaitan dengan kenaikan harga kebutuhan pokok dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.
Suasana sempat memanas dan nyaris menimbulkan bentrokan dengan aparat kepolisian yang ditugaskan mengamankan lokasi.
Ketegangan terjadi ketika sebagian massa membakar ban bekas di jalan depan gedung dewan, sehingga menimbulkan asap tebal dan mengganggu kelancaran lalu lintas.
Melihat situasi itu, salah seorang anggota kepolisian segera bergerak mendekat dan berusaha memadamkan api serta menyingkirkan benda yang terbakar agar tidak meluas dan membahayakan lingkungan sekitar.
Dalam orasinya, para mahasiswa juga menyoroti sikap lembaga perwakilan rakyat. Mereka menuntut agar DPRD Kota Ternate bersikap terbuka dan segera menerima perwakilan mahasiswa untuk melakukan pertemuan langsung.
Menurut mereka, DPRD selaku wakil rakyat seharusnya berani mendengar dan memberikan tanggapan yang pas, jelas, serta bertanggung jawab terhadap setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Mereka berharap dewan tidak hanya diam dan menunggu, melainkan segera menjadi jembatan penyambung suara rakyat ke pemerintah pusat agar kebijakan yang memberatkan dapat segera dikaji ulang dan diperbaiki.
Beruntungnya, berkat kesabaran aparat dan upaya meredakan suasana oleh koordinator lapangan, ketegangan akhirnya dapat teratasi tanpa menimbulkan kerusakan atau korban.
massa tetap menunggu kepastian apakah akan ada perwakilan dewan yang bersedia menemui mereka untuk membahas tuntutan tersebut.
Jika tidak ada tanggapan yang memuaskan, mereka mengancam akan kembali menggelar aksi yang lebih besar Di Depan Kantor Dewan Kota Ternate.Tim Red:( kbiro Kota Ternate)
REDAKSI EDITOR TAYANGAN MEDIA ISMITO MOLOKUNEWSCOM- 🇲🇨
