🇲🇨MOLOKUNEWSCOM🇲🇨
1 April 2026
Amman – Raja Yordania, Abdullah II, dilaporkan menolak sejumlah upaya dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mengatur pertemuan bilateral.
Penolakan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, khususnya terkait penutupan Masjid Al-Aqsa. Berdasarkan laporan media Roya News, keputusan Yordania dipicu oleh kondisi di lokasi suci tersebut yang masih dibatasi bagi umat Muslim.
Pemerintah Yordania disebut mengajukan sejumlah tuntutan kepada Israel sebagai prasyarat dialog. Tuntutan tersebut meliputi penghentian kekerasan oleh pemukim, pelonggaran pembatasan ibadah bagi umat Muslim di Al-Aqsa, serta pembukaan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Selain itu, Yordania juga meminta kejelasan terkait masa depan Palestina di tengah konflik yang terus berlangsung. Sikap tegas ini mencerminkan posisi Yordania yang selama ini berperan sebagai penjaga situs-situs suci di Yerusalem.
Di sisi lain, Israel disebut berupaya menunjukkan kepada Amerika Serikat bahwa hubungan bilateral antara kedua negara tetap berjalan baik, meskipun situasi di lapangan memanas.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel terkait penolakan tersebut. Ketegangan di kawasan pun masih menjadi sorotan dunia internasional, terutama menyangkut isu kemanusiaan dan kebebasan beribadah.(Red)
