🇲🇨MOLOKUNEWSCOM🇲🇨
Pada tahun 1980, pasca Revolusi Islam Iran, Yasser Arafat pernah berkata kepada Ayatullah KHOMEINI, “Ketika Israel dapat berlindung dan bergantung kepada Amerika, Palestina bisa bersandar kepada Iran.”
Namun Khomeini menjawab, “Tempat berlindung yang kuat hanyalah Allah. Saya menasihati anda, rakyat saya, dan rakyat anda untuk selalu berpaling kepada Allah, bukan pada kekuatan-kekuatan duniawi”.
Satu hal :
Saya membaca beberapa arsip berita luar negeri di Majalah Tempo edisi 80-an dan 90-an (sebagai sampel) berkaitan dengan Iran, khususnya Khomeini.
Pada era ini, hampir tak ada ummat Islam Indonesia yang “mencurigai” Khomeini. Tak ada aura kebencian yang membuncah pada sosok pendiri Republik Islam Iran ini.
khomeni sosok yang dengan gigih memperjuangkan Agama Allah, hanya karena Iran lebih mencintai sosok Saidinah Ali, disini menjadi Awal perbedaan, Antara umat Islam.
Bahkan, mayoritas simpati terhadapnya dalam hal perang Irak – Iran ,itu adalah persoalan perbatasan Wilayah ,khomeni tidak menyalakan Sadam’ , perang Irak kuwait Sadam di tangkap Amerika, bukan iran yang menangkap Sadam, Dunia islam harus tau itu ,
Iran pernah di beikot oleh dewan PBB dukungan Amerika Awal konfrontasi frontalnya dengan Amerika Serikat. Tidak membuat Komeni menyerah, Ungkapan terkenal Khomeini : “La syarqiyah wala gharbiyah illa islamiyah”,
Membela pelestina itu hak Ali Komeni sebagai pimpinan Resolusi Islam , tidak ada Sunni maupun Syi’ah kecuali Islam, tidak Ada islam Timur dan tidak Ada islam Barat,Islam Tetap satu ,” kata Ali Komeni,
Hal lain yang lebih sederhana :
Sekitar tahun 1993 dan 1994, kala saya kuliah tahun dulu , sering saya dapati sticker dan poster kertas Khomeini (sebagaimana halnya Yasser Arafat, Soekarno, Hatta, dan buta Hamka dan lain-lain) dalam ukuran kecil dan besar dperjualbelikan oleh penjual sticker/poster di Pasar Raya Padang.
Saya bersama kawan-kawan, kerap membelinya. Tak ada yang mencurigai. Tak ada yang menyalahkan. Bahkan rasa bangga yang muncul dari diri kami,
Entahlah ……. perjalanan waktu merubah semuanya.
Rilisan Temanteman padang yang kagum dengan Ali Hayatullah Khomeni
HISTORIA VITAE MAGISTRA
📸 Foto (arsip pribadi) :
Khomeini – Yasser Arafat – Ahmad Khomeini (anak Khomeini)
