Molokunews.com– Desa Bobo, Obi Selatan – Yapi Kurama, tokoh masyarakat yang selama ini dikenal lantang menyuarakan penolakan terhadap pertambangan, mengungkapkan kekecewaannya. Ia merasa gerakan warga kerap ditunggangi pihak-pihak yang memiliki agenda pribadi untuk mencari akses ke perusahaan yang akan beroperasi di Desa Bobo.
“Kalau mau berjuang, ayo berjuang dengan sungguh-sungguh. Jangan karena kepentingan tertentu. Jangan sampai masyarakat yang tinggal di desa ini justru menjadi korban permainan kalian,” ujar Yapi dalam dialog terbuka bersama warga, Kamis (14/8).
Sebagai mantan tokoh kontra, Yapi menilai masyarakat Desa Bobo kini semakin memahami dinamika politik di sekitar tambang. Karena itu, ia mengingatkan agar warga tidak mudah diperalat oleh kepentingan sempit.
“Sangat disayangkan, masih ada sebagian masyarakat yang rela dijadikan alat. Kalau sampai tersandung kasus hukum, baru nanti mereka sadar bahwa komitmen orang-orang yang mereka ikuti tidak pernah jelas,” katanya.
Kebutuhan rumah tangga, kebutuhan anak untuk sekolah dan kebutuhan kebutuhan yang lain kita sendiri yang usaha, jadi Jagan mudah terjebak pada kepentingan mereka yang tidak tingal dan menetap di desa, orang cerdas adalah orang bisa membaca peluang dan kesempatan, jadi Jagan muda di arahkan oleh oknum oknum yang berkepentingan
Di hadapan warga, Yapi justru menyatakan dukungan penuh terhadap aktivitas pertambangan. Baginya, kehadiran tambang akan menumbuhkan perputaran uang di desa, menggerakkan usaha kecil, hingga membuka peluang kerja bagi warga setempat.
“Kalau masih ada yang kontra, silakan. Tapi jadilah kontra yang profesional. Jangan hanya mengandalkan isu tambang tanpa memberi alternatif yang jelas,” tegasnya.
Pernyataan Yapi mencerminkan sikap sebagian masyarakat yang menilai tambang sebagai peluang bagi Desa Bobo untuk berkembang, di tengah tarik-menarik kepentingan yang terus mewarnai perdebatan.
Red molokuNews : Mito
Editor molokuNews : Win
