🇮🇩–MOLOKUNEWS.COM–🇮🇩
Halmahera Selatan -10 Nofember 2025
Masyarakat Desa Daori , Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kinerja para anggota DPRD Dapil Makian–Kayoa. Warga menuntut agar pemerintah daerah bersama DPRD segera menepati janji pembangunan jembatan jalan Desa Dauri, yang menjadi penghubung vital dari seluruh desa yang ada di Pulau Makian.
Jembatan dan jalan yang telah lama diusulkan pembangunannya itu kini menjadi simbol dari kekecewaan masyarakat. Selama bertahun-tahun, jembatan dan jalan tersebut belum juga mendapatkan perhatian serius, padahal kondisinya semakin memprihatinkan. Bagi warga, jembatan dan jalan itu bukan sekadar akses lintas, melainkan urat nadi perekonomian dan aktifitas sosial masyarakat Terutama anak sekolah.
“Jembatan Desa Dauri itu sangat penting. Dari situ jalur transportasi kami menuju desa ke desa dan aktifitas penting buat anak skolah dan masarakat setempat . Kalau tidak diperbaiki, kami seperti terisolasi,” ungkap salah satu warga Desa Dauri Sukri dengan nada kecewa.
Warga menilai, janji-janji politik yang disampaikan oleh DPRD Dapil Makian–Kayoa sejak masa kampanye belum ada yang benar-benar terealisasi. Setiap kali ada kunjungan reses, warga sudah berulang kali menyampaikan keluhan tentang rusaknya jembatan jalan Desa Dauri, namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata di lapangan.
“Kami sudah berkali-kali sampaikan ke DPRD saat reses, tapi hasilnya nihil. Padahal waktu kampanye dulu, mereka janji jembatan jalan ini jadi prioritas utama,” ujar salah tokoh masyarakat Desa Tahane suda berulang kali kami kerjakan dengan dana desa dan suadya masarakat Tapi tetap jalan jembatan tersebut rusak di terjang banjir kami berharap jembatan permanen dari pemerintah”, ujarnya Seorang Warga
Selain Desa Dauri , warga dari beberapa desa sekitar Desa Dauri, , dan bahkan masyarakat dari Kampong di sekitar Makian juga mengandalkan jalan jembatan Tersebut sebagai jalur utama menuju kampung ke kampung Bila jalan jembatan tersebut putus, maka seluruh akses lumpuh total.
“Anak-anak sekolah kesulitan berangkat, hasil kebun tidak bisa di Ambil , Kami benar-benar berharap pemerintah tidak menutup mata,” tambah warga lainnya.
Kondisi jalan jembatan yang semakin rusak telah memunculkan rasa frustrasi di tengah masyarakat. Banyak warga yang menilai DPRD belum sepenuhnya menjalankan amanah rakyat. Mereka mendesak agar DPRD dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera menurunkan tim teknis untuk meninjau langsung kondisi di lapangan serta memasukkan pembangunan jalan jembatan Dauri dalam prioritas APBD tahun 2026.
“Kami tidak menuntut lebih. Kami hanya ingin janji ditepati. Kalau jalan jembatan ini selesai, masyarakat akan sangat terbantu, ” tutur seorang tokoh pemuda Desa Tahane Rudi Muhtar .
Masyarakat berharap, suara mereka kali ini benar-benar didengar, bukan sekadar menjadi laporan seremonial tanpa tindak lanjut. “Kami hanya ingin pembangunan yang nyata. Jalan Jembatan Dauri bukan hanya kebutuhan Tahane desa Dauri tapi kebutuhan seluruh warga Desa Pulau Makian yang ingin maju bersama,” pungkas Rudi Muhtar ,.
Redaksi :Mito
Editor media molokuNews.Com
