π²π¨-MOLOKUNEWSCOM-π²π¨
Jakarta, 17 Februari 2026 β Mutasi besar-besaran di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Oktober 2025 mencatat sejarah penting dengan naiknya tiga Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) jebolan Akademi Militer (Akmil) 1991.
Ketiganya merupakan teman satu angkatan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakil KSAD) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, yang saat ini mengemban amanah sebagai Wakil KSAD sejak 15 Agustus 2025.
Ketiga Pangdam tersebut adalah
Mayjen TNI Piek Budyakto,
Mayjen TNI Jamalulael,
Β Mayjen TNI Joko Hadi Susilo.
Mereka termasuk di antara total 21 Pangdam se-Indonesia yang diangkat berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1448/X/2025 tanggal 30 Oktober 2025 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.
Wakil KSAD Muhammad Saleh Mustafa sendiri berasal dari kecabangan Infanteri, tepatnya Kopassus, dan dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam operasi militer serta strategi pertahanan darat.
Keberhasilan rekan satu angkatannya menempati posisi Pangdam dianggap sebagai bukti kuatnya jaringan profesional dan kompetensi yang dibangun sejak masa pendidikan di Akmil.
Selain ketiga Pangdam jebolan Akmil 1991, mutasi terakhir ini juga menampilkan pergantian posisi dan promosi bagi 57 Perwira Tinggi (Pati) TNI di berbagai jenjang.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin langsung proses rotasi ini, termasuk pengangkatan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI.
Mutasi ini bertujuan untuk memperkuat struktur komando, meningkatkan efektivitas operasi, dan memastikan kesinambungan kepemimpinan di seluruh satuan TNI.
βMutasi dan rotasi jabatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga profesionalisme, kompetensi, dan integritas TNI.
Setiap perwira yang dipromosikan atau digeser memiliki track record yang telah teruji,β ujar Jenderal Agus Subiyanto.
Dengan adanya Pangdam baru dari Akmil 1991, TNI menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan pengalaman dan kepemimpinan generasi yang matang, sekaligus menyiapkan regenerasi pimpinan masa depan yang andal.
Para Pangdam baru ini akan memegang tanggung jawab strategis dalam memimpin wilayah pertahanan, menjaga stabilitas, serta mendukung program-program pembangunan nasional yang berhubungan dengan keamanan dan pertahanan negara.
Para pengamat militer menilai, pengangkatan Pangdam dari Akmil 1991 menunjukkan kesinambungan kualitas kader TNI yang dibangun sejak masa pendidikan militer, di mana jaringan profesional dan pengalaman lapangan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks.
Baca juga: 3 Pangdam Jebolan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan KSAD Jenderal TNI Maruli, yang menambah daftar panjang Pangdam berprestasi dari angkatan yang sama.
SUMBER:( AKMIL)
Β REDAKSI EDITOR MEDIA ISMITO MOLOKUNEWSCOM-π²π¨
