🇲🇨-MOLOKUNEWSCOM-🇲🇨
Minggu 5 April 2026
Konflik klaim atas tiga pulau, ,yaitu pulau sain (sany,) pulau piyai piay) dan pulau kiyas merupakan sengketa batas wilayah yang terjadi antara, provinsi maluku utara, (kabupaten halmahera tengah) dan provinsi papua barat daya (kabupaten raja Ampat).
Poin poin utama terkait konflik
Dasar klaim kedua belah pihak::Maluku utara (halmahera tengah) mengklaim ketiga pulau tersebut secara yundis berdasarkan keputusan presiden no 6 thn 2017 dan regulasi kemendagri thn 2021 yg memasukan pulau pulau tersebut ke dalam administrasi keamanan pulau Gebe.
papua barat daya (raja Ampat) mengklaim berdasarkan bukti historis era kolonial belanda (seperti peta thn 1915) yang menunjukan pulau pulau tersebut adalah bagian dari NIEUW–GUINEA(,papua)mereka juga mengandalkan dukungan dari masyarakat adat setempat
Eskalasi dan dampak di lapangan:; sengketa ini memicu ketegangan serius di masyarakat termasuk
Aksi pembakaran : pada 20 september 2025 warga desa umiyal (pulau gebe maluku utara) membakar lima unit rumah, Bantuan/ fasilitas yang di bangun oleh pemerintah kabupaten Raja Ampat di pulau sain sebagai bentuk penolakan atas klaim papua barat daya.
potensi ekonomi :
konflik ini di perparah oleh potensi kekayaan alam di wilayah tersebut,termasuk cadangan Gas alam ,emas,nikel,serta potensì pariwisata dan perikanan yang besar.
upaya penyelesaian: kementrian dalam negeri (kenendagri)saat ini sedang mendalami dokumen dari kedua belah pihak, baik bukti administratif maupun historis,untuk menentukan status resmi pulau pulau tersebut secara saintifik dan hukum.
gubernur maluku utara sherly tjoanda,dan gubernur papua barat daya, ELISA KAMBU ,sepakat untuk menempuh jalur konstitusional dan mengimbau masyarakat untuk menahan diri guna menghindaŕi konflik horizontal.
Sampai Sat ini Belum Ada pernyatan pemerintah pusat mengenai Status Resmi Tiga pulau Tersebut Tim Red:(Ning)
