🇲🇨MOLOKUNEWS.COM🇲🇨
15 Febuari 2026
Ternak Berkeliaran di Jalan Utama Bacan, Warga Desak Pemkab Halmahera Selatan Terapkan UU Baru
HALMAHERA SELATAN – Persoalan ternak sapi dan kambing yang berkeliaran di jalan raya kembali menjadi sorotan masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan.
Warga mendesak pemerintah daerah segera menerapkan regulasi atau peraturan baru yang lebih tegas sebagaimana telah diberlakukan di sejumlah kabupaten lain di Maluku Utara, guna menertibkan hewan ternak yang bebas berkeliaran tanpa pengawasan pemilik.
Pada Sabtu (14/02/2026), sejumlah sapi terlihat berkeliaran di jalan utama arah Kantor Bupati, tepatnya di sekitar kawasan dekat Hotel Obama, Desa Kampung Makian, Kecamatan Bacan.
Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, mengingat ruas jalan tersebut merupakan salah satu jalur padat aktivitas masyarakat berkendaran roda Ampat dan kendaraan beroda Roda dua
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa ekor sapi tidak hanya berjalan di tepi jalan, tetapi juga kerap menyebrang secara tiba-tiba dan bahkan berkumpul di badan jalan.
Situasi ini memaksa para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, untuk mengurangi kecepatan dan mengerem mendadak demi menghindari tabrakan.
Iswan, salah seorang pengguna jalan, mengaku merasa was-was setiap kali melintasi kawasan tersebut.
Menurutnya, keberadaan ternak yang dibiarkan bebas tanpa pengawasan sangat berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
“Banyaknya sapi yang berkeliaran di jalan ini sangat berbahaya sekali bagi pengguna jalan, apalagi sapi-sapi itu menyebrang secara tiba-tiba.
Bahkan ada pengendara yang harus mengerem mendadak, sehingga sangat berbahaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemunculan kawanan sapi biasanya terjadi pada pagi dan sore hari.
Selain mengganggu arus lalu lintas, ternak-ternak tersebut juga kerap memasuki lingkungan permukiman warga dan memakan Tanaman Warga bukan Cuman itu hewan Tersebut juga mengotori jalan tanpa mempedulikan kendaraan yang melintas.Ujarnya,
Kawanan sapi tersebut sudah sangat mengganggu pengguna jalan. Biasanya muncul pagi dan sore hari di badan jalan dan sekitar rumah warga. Ini sangat rawan kecelakaan,” katanya.
Sebagai masyarakat, Irwan berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah tegas dan tidak hanya sebatas memberikan imbauan kepada pemilik ternak. Menurutnya, perlu ada aturan yang jelas disertai sanksi tegas agar pemilik hewan ternak memiliki rasa tanggung jawab.
“Kalau bisa pemerintah harus lebih tegas kepada pemilik sapi, agar sapi tidak dibiarkan berkeliaran lagi di jalan. Jalan itu termasuk jalur padat, jadi sangat berisiko,” tegasnya.
Meski demikian, ia juga mengakui bahwa pemerintah selama ini telah berupaya melakukan penertiban dan sosialisasi. Namun, menurutnya, upaya tersebut belum cukup efektif tanpa diiringi penerapan regulasi yang mengikat dan pengawasan rutin di lapangan.
Hal senada disampaikan Fahima, pengguna jalan lainnya. Ia menilai persoalan ternak yang bebas berkeliaran di jalan raya sudah sangat mengkhawatirkan dan harus segera ditangani secara serius.
“Ini sangat membahayakan pengguna jalan, apalagi kalau malam hari. Sapi bisa tiba-tiba menyebrang dan tidak terlihat jelas. Itu bisa menimbulkan kecelakaan,” katanya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera mengkaji dan memberlakukan aturan baru terkait pengelolaan dan pengawasan ternak, sebagaimana telah diterapkan di beberapa daerah lain di Maluku Utara.
Dengan adanya regulasi yang jelas dan sanksi tegas, diharapkan para pemilik ternak lebih bertanggung jawab, sehingga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dapat terjamin.(Red Awak Media Nur)
EDITOR MEDIA MITO MOLOKUNEWSCOM- 🇲🇨
