🇲🇨MOLOKUNEWSCOM🇲🇨
Ritual Lufu Kie Warnai Hari Jadi ke-918 Kota Tidore
HARI JADI KOTA TIDORE
PROPINSI MALUKU UTARA
Tidore 10 April 2026– Peringatan Hari Jadi Kota Tidore ke-918 kembali dimeriahkan dengan pelaksanaan ritual adat Lufu Kie, sebuah tradisi sakral yang sarat nilai sejarah, budaya, dan spiritual bagi masyarakat Tidore.
Ritual Lufu Kie merupakan perjalanan laut yang dilaksanakan oleh Sultan Tidore bersama Bobato Pehak Raha dengan menggunakan perahu adat Kagunga.
Dalam prosesi tersebut, rombongan juga dikawal oleh armada laut Hongi Toumoy se Malofo yang menambah kekhidmatan sekaligus kekuatan simbolik dari tradisi tersebut.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan ziarah ke sejumlah jere-jere keramat yang tersebar di sekeliling Pulau Tidore, serta melaksanakan tahlilan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.
Ritual ini dilaksanakan atas hajat Sultan sebagai wujud penghormatan terhadap arwah para waliullah dan aulia yang memiliki jasa besar dalam perjalanan sejarah Kesultanan Tidore dan pembangunan negeri.
Selain sebagai ritual keagamaan, Lufu Kie juga memiliki makna strategis dalam konteks sejarah maritim Kesultanan Tidore.
Tradisi ini menjadi simbol kekuatan dan kedaulatan laut yang pernah dimiliki Tidore di masa lalu.
Secara historis, tradisi Lufu Kie dicetuskan oleh Sultan Syaifuddin yang dikenal dengan gelar Jou Kota, Alkhalifatul Mukarram Saidus Sakalain Ala Jabalit Tidore.
Tradisi ini berkembang pada masa pemerintahannya sekitar tahun 1657 hingga 1689 sebagai bagian dari strategi politik maritim sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual kerajaan.
Hingga kini, ritual Lufu Kie tetap dilestarikan sebagai warisan budaya yang tidak hanya memperkuat identitas masyarakat Tidore, tetapi juga menjadi daya tarik dalam peringatan hari jadi kota yang penuh makna sejarah dan religius.(Tim Red)
Redaksi Editor Media: ISMito MOLOKUNEWSCOM- 🇲🇨
