π²π¨-MOLOKUNEWSCOM-π²π¨
27 Febuari 2026
Kota Ternate β Pemerintah Kota Ternate memfinalisasi persiapan distribusi bantuan sosial (bansos) berbasis digital sebagai bagian dari program percontohan nasional digitalisasi bansos tahun 2026.
Langkah ini dilakukan melalui rapat finalisasi yang digelar di Auditorium Bappelitbangda, Jumat (27/2/2026).
Kota Ternate menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Maluku Utara yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai lokus pilot project digitalisasi bantuan sosial dan integrasi layanan digital.
Penunjukan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperbaiki tata kelola data serta meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan.
Rapat dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Ternate, Rukmini A. Rahman, dan dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tim teknis, serta unsur pendukung sistem dan jaringan. Pembahasan difokuskan pada skema distribusi di lapangan, kesiapan infrastruktur jaringan, serta integrasi sistem pelaporan berbasis data.
Dalam arahannya, Rukmini menegaskan pentingnya kejelasan alur distribusi dan pembagian peran antar-OPD, terutama di wilayah dengan jumlah penerima bantuan yang besar.
Ia meminta setiap OPD menyiapkan strategi operasional sesuai wilayah tugas masing-masing agar distribusi tidak terpusat pada satu titik dan dapat berjalan efektif serta terjadwal dengan baik.
Program digitalisasi bansos ini menuntut kesiapan sistem data yang terpadu.
Seluruh data penerima akan dikonsolidasikan dalam satu platform digital terintegrasi guna memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, mengurangi duplikasi, mempercepat verifikasi, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Sejumlah tantangan masih dihadapi, antara lain belum meratanya penggunaan perangkat berbasis Android di masyarakat, data administrasi kependudukan yang belum sepenuhnya mutakhir, rendahnya literasi digital, serta persepsi masyarakat terhadap proses pendataan.
Untuk itu, koordinasi lintas instansi diperkuat, termasuk dengan Badan Pusat Statistik dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Pemerintah Kota juga menekankan kesiapan jaringan sebelum peluncuran sistem. Portal data dan website pendukung diminta dapat diakses secara terbuka serta memungkinkan input dan pemantauan data secara real time.
Pemkot menargetkan seluruh kepala keluarga terdaftar dalam sistem agar proses validasi penerima dilakukan secara objektif berdasarkan desil dan kondisi sosial ekonomi.
Pelaporan capaian akan dilakukan secara berkala hingga tingkat kecamatan.
Penguatan kebijakan Satu Data Ternate turut dilakukan melalui sinkronisasi data dari tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Dukungan konektivitas juga diperluas melalui penyediaan internet gratis oleh BAKTI Komdigi di wilayah Batang Dua, Hiri, dan Moti.
Selain itu, inovasi pendukung mencakup pengembangan sedekah online oleh Baznas serta digitalisasi layanan perbankan daerah melalui BPRS Bahari Berkesan.
Melalui finalisasi ini, Pemkot Ternate memastikan penyaluran bantuan sosial tidak hanya tepat waktu, tetapi juga berbasis sistem digital yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel.
Status sebagai kota percontohan diharapkan menjadi momentum untuk mewujudkan tata kelola bansos yang lebih presisi dan berkeadilan.
Tim RedaksiΒ Β
INFESTIGASI: (RUSLAN W )
EDITOR MEDIA MITO MOLOKUNEWSCOM- π²π¨Β
