MALUKU UTARA – Lembaga pengawasan independen (LPI-MALUT) Melalui koordinator Rajak idrua. Menyoroti terkait pelantikan pejabat aselon III dan IV di lingkup pemerintah provinsi maluku utara. Penempatannya tidak sesuai dengan besik atau disiplin ilmu. Sebab LPI menemukan ada kejanggalan dalam merekrut pejabat yang di lantik.
Pelantikan tersebut langsung di pimpin gubernur maluku utara. Serly juanda laos. LPI berharap seharusnya sebelum lakukan pelantikan gubernur mengkoorcek terlebih dahulu nama nama yang di sodorkan oleh kepala BKD maluku utara Zulkifli Bian. Sebab LPI menduga bahwa nama nama yang di usulkan untuk di lantik oleh gubernur maluku ada keraguan dalam proses penempatan.
Lanjut. Sebab LPI mengkafer informasi bahwa. 48 orang yang di lantik gubernur maluku utara di duga ada sekitar 30 orang sekian tidak mengikuti tahapan Ujikom, Interfiyou, Dan wawancara. Bahkan pejabat yang di lantik khususnya pejabat eselon III dan IV juga di duga tidak menempatkan posisi mereka di luar dari Ujikom misalnya ada pejabat yang mengikuti ujikom di PUPR tapi di lantik di satpol. Bahkan ada pejabat hasil Ujikomnya nilai tunggi tapi tidak di lantik.
LPI menilai bahwa proses pelantikan 48 pejabat eselon III dan IV cacat prosedural. dan minta gubernur tinjau kembali proses pelantikan dimaksud. Bila perlu di batalkan dan koorcek ulang karna sangat tidak masuk akal.
Lanjut. Bukan gubernur maluku utara. Serly juanda laos. Punya misi untuk membangun maluku utara yaitu mulai dari penerapan sistem penepatan seorang pejabat harus sesuai tupoksi dan di.siplin ilmu yang yang di miliki. Sehingga penempatan pejabat yang di lantik guna
mewujudkan Visi “Maluku Utara Bangkit,” dibawah kepimpinan Gubernur Sherly Tjoanda Laos, dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe.
Sebab dalam pidato gubernur saat pelantikan bahwa iya menegaskan bahwa proses pelantikan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya membangun mesin birokrasi yang kompeten, produktif, dan mampu bergerak cepat dalam melayani kepentingan publik. namun buktinya tidak seperti apa yang di cita citakan gubernur malut.
Lanjut. Jika memang gubernur Sherly memastikan bahwa pejabat yang terpilih tidak asal-asalan. Seluruhnya melalui uji kompetensi ketat dengan berbagai pertimbangan, termasuk rekam jejak yang bersih dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun persoalan hukum. Jika itu sandarannya maka patuh di berikan apresiasi. Namun kenyataan itu semua di luar yang diharapkan.
LPI pastikan. Ada kejanggalan dalam usulan nama nama yang di lantik. Ada dugaan kuat ada permainan dalam usulan nama nama tersebut. Sebab pelantikan kemarin hukum murni Ujikom. tapi ada sentimentil dalam sistem birokrasi. LPI dapat membuktikan itu.
Sebeb oknom pegawai di lingkung PUPR ujikomnya di kabid Mina Arga dan memiliki nilai yang tinggi dan rekam jejak yang bagus sebab tidak perna di periksa dalam perkara OTT kemarin. Maupun kasus apapun secara tiba di singkirkan sebagai seksi di satpol PP sedangkan besik yang di miliki tehnik sipil dan berbakti di PUPR suda kurang lebih 24 Tahun. Apa ini layak LPI curiga ini ada dugaan permainan kadis PUPR Risman iriyanto jafar. ada oknum birokrasi yang sengaja main pelantikan kemarin. Sampai saat ini LPI masi tetap menjejaki. Tutup Jeck.
