🇮🇩--MOLOKUNEWSCOM–🇮🇩
Halmahera Selatan, – Suasana Pelabuhan Penyeberangan Indari, yang dahulu ramai oleh aktivitas warga menuju Ternate, kini tampak sepi dan memprihatinkan. Hanya ada satu kapal motor, KM Ajul Safikran, yang sempat menjadi tumpuan warga selama bertahun-tahun. Namun kini kapal tersebut sudah tidak lagi beroperasi lantaran dinyatakan tidak layak berlayar.
Padahal, Desa Indari merupakan salah satu wilayah daratan yang berbatasan langsung dengan jalur utama penyeberangan menuju Ternate. Secara geografis, setiap kapal dari pangkalan Oby dan Kupal yang hendak menuju Ternate, akan melewati perairan di depan Desa Indari. Sebaliknya, kapal dari Ternate pun semestinya singgah di Pelabuhan Indari sebelum melanjutkan perjalanan ke arah Kupal dan Obi
Sayangnya, sudah lebih dari sepuluh tahun terakhir, tak satu pun kapal penyeberangan resmi bersandar di dermaga Indari. Warga hanya bisa menyaksikan kapal lewat di depan mata tanpa bisa menaikinya. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan mendalam, terutama bagi masyarakat yang sangat bergantung pada jalur laut untuk beraktivitas, berdagang, dan menghubungi keluarga di Ternate.
> “Kami sangat susah kalau mau kirim barang ke anak-anak yang kuliah di Ternate. Kadang mereka telpon minta kebutuhan, tapi kapal tidak ada. Terpaksa kami harus ke pelabuhan lain yang jauh,” ujar seorang warga Indari dengan nada kecewa.
Dermaga penyeberangan di Desa Indari sebenarnya telah dibangun oleh pemerintah pusat, lengkap dengan fasilitas tambatan kapal. Namun, hingga kini tidak ada kapal yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Akibatnya, banyak warga terpaksa menggunakan perahu bodi atau menunggu kapal lewat di tengah laut untuk menumpang, yang tentu sangat berisiko dan membahayakan keselamatan.
Warga Indari mengaku sudah berulang kali menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Selatan, bahkan hingga ke tingkat provinsi, namun belum ada tanggapan yang nyata. Mereka menilai pemerintah seolah menutup mata terhadap kebutuhan transportasi masyarakat pesisir.
> “Kami sudah capek bicara, tapi belum juga ada hasil. Padahal ini akses utama kami ke Ternate. Kami mohon Ibu Gubernur Maluku Utara segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini,” kata salah satu tokoh masyarakat Desa Indari.
Kini, pelabuhan yang pernah menjadi kebanggaan warga itu hanya menyisakan dermaga kosong dan bangunan yang mulai termakan usia. Di saat wilayah lain terus berkembang dengan dukungan transportasi laut yang memadai, masyarakat Indari justru masih berjuang untuk mendapatkan akses penyeberangan yang layak dan aman.
Masyarakat berharap agar pemerintah provinsi bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengaktifkan kembali Pelabuhan Penyeberangan Indari, baik melalui penugasan kapal baru maupun revitalisasi layanan pelayaran rakyat, agar denyut ekonomi dan mobilitas warga dapat kembali hidup seperti sedia kala.
Redaksi : Mito MolokuNews.Com
EDITOR: MOLOKUNEWS.COM—
