🇲🇨-MOLOKUNEWS.COM-🇲🇨
Ketua F-SPIM PT RIM Tegas Soal RKAB: Diskriminasi Pekerja Perempuan Siap Dilawan
23 Febuari 2026
Halmahera Tengah – Ketua PUK F-SPIM PT RIM, Muhlis Buamona, menyampaikan sikap tegas terkait isu yang berkembang di lingkungan kerja mengenai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT RIM yang disebut-sebut tidak lagi mengakomodasi tenaga kerja perempuan.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk respons atas kekhawatiran para pekerja, khususnya perempuan, yang merasa terancam oleh informasi yang beredar.
Muhlis menegaskan bahwa serikat pekerja tidak akan tinggal diam apabila terdapat kebijakan yang berpotensi mendiskriminasi pekerja berdasarkan jenis kelamin.
Menurutnya, tenaga kerja perempuan memiliki peran penting dalam mendukung operasional perusahaan dan telah membuktikan kontribusinya selama ini.
Perempuan di PT RIM bukan sekadar pelengkap administrasi.
Mereka bekerja, memenuhi target, dan memberikan kontribusi nyata terhadap produktivitas perusahaan. Jika ada kebijakan yang mengarah pada penghapusan atau pengurangan tenaga kerja perempuan hanya karena jenis kelamin, maka itu adalah bentuk kemunduran yang tidak dapat diterima,” tegas Muhlis.
Ia menilai bahwa dunia kerja saat ini harus menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dan keadilan.
Setiap pekerja, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan kerja selama mampu memenuhi standar kompetensi dan kinerja yang ditetapkan perusahaan.
Muhlis juga menegaskan bahwa F-SPIM PT RIM akan mengambil langkah organisasi apabila isu tersebut terbukti benar.
Langkah yang dimaksud meliputi dialog resmi dengan manajemen, penyampaian aspirasi secara kelembagaan, hingga upaya advokasi sesuai dengan mekanisme ketenagakerjaan yang berlaku.
“Kami mengedepankan komunikasi dan musyawarah. Namun jika ada kebijakan yang jelas-jelas merugikan dan mendiskriminasi pekerja perempuan, maka serikat siap mengambil sikap tegas untuk melindungi hak-hak anggota,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kebijakan perusahaan seharusnya mengacu pada peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang menjamin perlindungan terhadap pekerja tanpa diskriminasi.
Prinsip kesetaraan gender, kata dia, bukan hanya tuntutan moral, tetapi juga bagian dari komitmen terhadap praktik kerja yang adil dan profesional.
F-SPIM PT RIM juga mengimbau kepada seluruh pekerja untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, sambil menunggu klarifikasi resmi dari pihak manajemen.
Di sisi lain, Muhlis berharap perusahaan dapat segera memberikan penjelasan terbuka terkait RKAB yang menjadi polemik, guna menghindari kesalahpahaman serta menjaga stabilitas hubungan industrial di lingkungan kerja.
Kami ingin hubungan kerja tetap harmonis.
Karena itu, transparansi dari manajemen sangat penting agar tidak muncul spekulasi yang meresahkan pekerja,” tambahnya.
Isu mengenai tenaga kerja perempuan dalam RKAB PT RIM kini menjadi perhatian serius serikat pekerja.
F-SPIM menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap kebijakan perusahaan agar tetap berpihak pada prinsip keadilan, kesetaraan, dan perlindungan terhadap seluruh pekerja tanpa terkecuali. (Tim Red.)
INFESTIGASI:RUSLAN W
REDAKSI-EDITOR MEDIA MITO MOLOKUNEWSCOM- 🇲🇨
