🇮🇩—MOLOKUNEWSCOM—🇮🇩
Halmahera Selatan —
Aroma ketidakpatuhan kembali tercium di wilayah Zona Makian. Sebagian besar kepala desa di kawasan itu terindikasi mengabaikan arahan langsung Bupati Halmahera Selatan untuk mendukung penuh pelaksanaan Turnamen Piala Bupati Cup 2025.
Kegiatan yang semestinya menjadi simbol kebersamaan dan pembinaan generasi muda kini justru diwarnai sikap dingin dari para pemangku kebijakan desa.
Padahal, jauh-jauh hari Bupati Halmahera Selatan telah menginstruksikan seluruh kepala desa agar turun langsung menyukseskan kegiatan olahraga tersebut. Namun kenyataannya, dari puluhan desa yang masuk zona Makian, hanya sebagian kecil yang menunjukkan partisipasi aktif.
Beberapa kepala desa bahkan absen dari kegiatan pembukaan dan enggan mengalokasikan dukungan anggaran untuk tim desanya.
Sejumlah panitia pelaksana mengaku kecewa atas sikap para kepala desa yang terkesan menutup mata.
> “Arahan sudah jelas, bahkan disampaikan langsung dalam rapat koordinasi. Tapi banyak yang tidak menggubris. Alasannya klasik — tidak ada anggaran, padahal semangat gotong royong bisa jadi solusi,” ungkap salah satu panitia yang meminta namanya dirahasiakan.
Sikap abai ini bukan hanya mencoreng wajah kegiatan, tapi juga menjadi tamparan bagi semangat loyalitas aparatur desa terhadap kebijakan kepala daerah.
Tokoh masyarakat Makian menilai, perilaku demikian mencerminkan lemahnya tanggung jawab moral dan rendahnya kepedulian terhadap pembinaan generasi muda.
> “Ini bukan sekadar turnamen bola, tapi panggilan moral untuk memperkuat kebersamaan dan kebanggaan daerah. Kalau arahan bupati saja diabaikan, bagaimana bisa bicara tentang pembangunan desa?” tegas salah satu tokoh masyarakat dengan nada geram.
Informasi yang beredar menyebutkan, Bupati Halmahera Selatan akan melakukan evaluasi terhadap para kepala desa yang tidak menunjukkan komitmen dalam kegiatan daerah. Evaluasi ini disebut akan menjadi indikator sejauh mana kesetiaan perangkat desa terhadap arah kebijakan pemerintah kabupaten.
Turnamen Piala Bupati Cup 2025 sejatinya digelar untuk mempererat hubungan sosial antarwarga, menumbuhkan sportivitas, dan membangun karakter pemuda. Namun, minimnya partisipasi pemerintah desa di zona Makian justru menodai makna besar dari ajang kebanggaan tersebut.
Jika pembiaran ini terus berlanjut, Halmahera Selatan berisiko kehilangan semangat kolektif yang selama ini menjadi fondasi pembangunan daerah.
Bupati diminta bersikap tegas — agar loyalitas tidak hanya berhenti di bibir, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.Red
EDITOR: MOLOKUNEWS.COM
