🇮🇩–MOLOKUNEWS.COM–🇮🇩
17 Nofember 2025
MALUKU UTARA – Lembaga Pengawasan Independen Maluku Utara (LPI-MU) melalui Koordinator Rajak Idrus memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Harita Nickel dalam menangani persoalan listrik di Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan. LPI menilai isu yang berkembang hingga memicu aksi massa di Pulau Obi diduga kuat dipengaruhi oleh oknum tertentu yang sengaja menciptakan suasana provokatif.
Rajak menjelaskan, informasi yang diterima LPI menunjukkan bahwa permasalahan listrik di Kawasi sebenarnya telah ditangani bersama oleh pihak perusahaan dan pemerintah setempat. Karena itu, ia meminta masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu sepihak yang dapat menciptakan ketegangan di tengah warga.
“Harita adalah perusahaan besar yang selama ini memiliki kepedulian sosial kuat terhadap masyarakat lingkar tambang. Persoalan listrik seperti ini sebenarnya hal kecil yang bisa dibicarakan baik-baik antara masyarakat dan manajemen perusahaan, bukan langsung dijadikan alasan untuk melakukan aksi yang berpotensi merugikan banyak pihak,” ujar Rajak.
LPI juga mengungkapkan bahwa pihaknya mengantongi informasi terkait dugaan adanya kelompok tertentu yang telah menyetting aksi terkait isu listrik tersebut. Untuk itu LPI meminta Polda Maluku Utara turun tangan mengusut kemungkinan adanya provokator yang sengaja menciptakan kegaduhan.
“Kami sangat yakin ada pihak tertentu yang bermain di balik aksi ini. Polisi harus bergerak cepat mengusut otak pelakunya agar masyarakat tidak menjadi korban. Jika situasi memanas, siapa yang akan bertanggung jawab?” tegas Rajak.
Menurut LPI, pasokan listrik di Kawasi saat ini telah kembali normal. Bagi rumah warga yang belum mendapatkan sambungan listrik, perusahaan disebut telah mengalokasikan BBM jenis solar secara gratis sebagai alternatif kebutuhan energi sementara. Hal ini merupakan bentuk kepedulian Harita Nickel dalam membantu kebutuhan dasar masyarakat, meski urusan kelistrikan sejatinya berada di bawah kewenangan pemerintah.
Rajak menambahkan, terjadinya pemadaman beberapa waktu lalu bukan semata kesalahan perusahaan, melainkan karena beban penggunaan listrik di luar kapasitas yang tersedia. Ia berharap masyarakat dapat bersabar dan memberikan ruang bagi pemerintah serta perusahaan dalam menyelesaikan kendala di lapangan.
“Perlu dipahami bahwa tanggung jawab utama soal listrik berada pada pemerintah. Perusahaan seperti Harita hanya membantu dalam bentuk apa pun saat dibutuhkan. Karena itu masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
LPI menegaskan dukungan kelembagaan kepada Harita Nickel yang dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat di wilayah lingkar tambang serta terus berupaya menyelesaikan persoalan listrik secara serius dan terukur’.Red
SUMBER :jek LPI Malut🇮🇩
EDITOR media:Mito molokuNews
