🇮🇩—MOLOKUNEWS.COM—🇮🇩
Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara —
Kondisi pendidikan dasar di wilayah Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menjadi sorotan. Salah satu sekolah dasar negeri, yakni SDN 54 Desa Samat, kini menghadapi kenyataan pahit: bangunannya yang didirikan sejak tahun 2006 belum pernah tersentuh renovasi dari pemerintah hingga tahun 2025.
Berdasarkan keterangan Kepala Sekolah Muhamad A Rahman , bangunan sekolah tersebut awalnya direncanakan sebagai gedung perpustakaan. Namun karena sejak berdiri sekolah tidak memiliki ruang kantor, maka gedung perpustakaan terpaksa dialihfungsikan menjadi kantor kepala sekolah. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada perhatian dari dinas pendidikan maupun pemerintah daerah.
“Gedung ini awalnya untuk perpustakaan, tapi karena sekolah tidak punya kantor, akhirnya kami jadikan ruang kerja kepala sekolah. Sampai sekarang belum ada sentuhan sama sekali sejak dibangun,” ujar Kepsek Muhamad A Rahman , saat dikonfirmasi Awak media MolokuNews.com Selasa (14/10/2025).
Lebih lanjut, Kepala Sekolah SDN 54 Desa Samat juga menjelaskan bahwa bantuan operasional sekolah (BOSDA) sempat diterima sekali pada masa kepemimpinan mantan Bupati Hi Usman Sidik dengan nilai sekitar Rp 60 juta. Namun kini, program BOSDA tersebut telah digantikan dengan bantuan pengadaan seragam sekolah bagi siswa. Akibatnya, pihak sekolah kesulitan untuk melakukan perawatan infrastruktur karena dana operasional sangat terbatas.
“Kami pernah dapat BOSDA satu kali, tapi sekarang program itu diganti pengadaan pakaian seragam. Kami berharap ada fleksibilitas agar dana BOSDA bisa dimanfaatkan juga untuk perbaikan sekolah,” tambahnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa ruangan sekolah mengalami kerusakan pada plafon dan dinding, sementara fasilitas pendukung seperti meja dan kursi sudah banyak yang lapuk. Ironisnya, selama hampir dua dekade berdiri, belum ada satu pun program rehabilitasi dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
Warga Desa Samat berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera turun tangan memperhatikan kondisi pendidikan di wilayah mereka. Apalagi, SDN 54 Desa Samat menjadi satu-satunya sekolah dasar negeri di desa tersebut, yang menjadi harapan satu-satunya bagi anak-anak setempat untuk mengenyam pendidikan.
“Kalau bukan pemerintah yang peduli, siapa lagi? Anak-anak di desa ini berhak belajar di tempat yang layak,” tutur salah satu warga setempat dengan nada kecewa.
Kondisi ini menjadi cermin masih lemahnya pemerataan pembangunan di sektor pendidikan, terutama di wilayah pesisir Halmahera Selatan. Diharapkan, momentum tahun anggaran baru 2026 dapat menjadi titik balik untuk memberikan perhatian nyata bagi dunia pendidikan di Desa Samat dan sekitarnya.
Redaksi : Aswad
EDITOR : MOLOKUNEWS.COM
