🇮🇩–MOLOKUNEWS.COM–🇮🇩
14 Nofember 2025
Jakarta — Kontingen Maluku Utara yang mengikuti Kongres ROHIS Nasional I Tahun 2025 di Jakarta mendapat kunjungan langsung dari pejabat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara. Kunjungan tersebut dilakukan oleh H. Yamin L. Tjokra, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Malut, di Hotel Mercure Convention Ancol, lokasi berlangsungnya agenda nasional tersebut.
Kongres yang digelar pertama kali di tingkat nasional ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Para peserta terdiri dari siswa, pembina, dan perwakilan organisasi ROHIS yang dipilih secara khusus untuk mewakili daerah masing-masing. Selain merumuskan arah gerakan ROHIS ke depan, kegiatan ini juga dirangkai dengan diskusi kepemimpinan, seminar inspiratif, hingga pemilihan Kabinet ROHIS Indonesia periode 2025–2027.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas kekhawatiran publik mengenai adanya pihak-pihak tertentu yang mencoba menggeser fungsi ROHIS di sekolah menjadi alat politik praktis. Karena itu, Kongres ROHIS Nasional I diharapkan menjadi landasan untuk mengembalikan ROHIS kepada jati dirinya sebagai wadah pembinaan karakter pelajar, bukan sarana kepentingan politik.
Selain memperkuat spiritualitas dan moral generasi muda, kongres ini juga menjadi ajang membangun jejaring nasional antar-ROHIS se-Indonesia, serta meneguhkan kembali semangat kebangsaan di kalangan pelajar muslim.
—
Dukungan Kemenag Maluku Utara untuk Kontingen Malut
Dalam kunjungannya, H. Yamin L. Tjokra memberikan apresiasi dan penyemangat kepada para peserta dari Maluku Utara, khususnya kepada Gunardi Ode Samura, salah satu kontingen yang menjadi kandidat dalam pemilihan kepengurusan nasional ROHIS.
“Ini ajang besar. Terpilih atau tidak, yang terpenting adalah pengalaman dan keberanian anak-anak kita tampil di level nasional. Itu sudah membanggakan,” ujar Yamin.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Maluku Utara di panggung nasional ini menjadi momentum berharga untuk membuka wawasan, melatih mental organisasi, serta memperkuat karakter pelajar Malut.
dalam pertemuan tersebut Husari Sangaji pembina Rohis Maluku Utara dan juga guru SMKN 4 Kota Ternate dan Ketua MGMP PAI SMA/SMK Provinsi Maluku Utara, yang bertindak sebagai pendamping kontingen. Yamin meminta agar pendamping memastikan seluruh peserta mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib, penuh tanggung jawab, dan menjaga nama baik daerah.
—
Rencana Penguatan ROHIS di Maluku Utara Pasca-Kongres
Dalam kesempatan itu, H. Yamin L. Tjokra menyampaikan beberapa langkah strategis yang akan dijalankan setelah kongres selesai, di antaranya:
Penguatan organisasi ROHIS di setiap kabupaten/kota di Maluku Utara,
Mempererat koordinasi antara AGPAII, MGMP PAI, dan Kemenag Kabupaten/Kota,
Sinkronisasi program ROHIS Malut dengan AD/ART tingkat nasional yang dihasilkan dari kongres.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut sangat penting untuk memastikan gerakan ROHIS di Maluku Utara memiliki arah yang jelas serta berkembang di seluruh 10 kabupaten/kota, termasuk di madrasah dan satuan pendidikan yang sederajat.
Ia menambahkan bahwa melalui penguatan ROHIS, pembinaan mental, spiritual, kecakapan organisasi, hingga pemahaman sosial para remaja dapat ditangani dengan lebih baik. “Intinya adalah bagaimana membentuk kepribadian generasi muda sesuai amanat Undang-Undang Sisdiknas, agar siap menjawab tantangan zaman sekaligus mempersiapkan pemimpin masa depan,” tegasnya.
—
Semangat Gerakan ROHIS dari Wajah-Wajah Muda Maluku Utara
Dinamika Kongres ROHIS Nasional I menunjukkan bahwa generasi muda Maluku Utara memiliki semangat besar untuk membesarkan gerakan ROHIS di daerah. Melihat antusiasme tersebut, Yamin menilai bahwa pengurus ROHIS Maluku Utara ke depan perlu segera mengambil langkah konkret setelah kembali ke daerah.
“Wajah-wajah muda ini membawa pesan bahwa ROHIS Maluku Utara ingin bergerak. Dan ini adalah PR kita semua,” ucapnya.
Para pembina ROHIS dan tim pendamping juga berharap seluruh pemangku kepentingan mengambil bagian dalam pembinaan generasi muda. Mereka menegaskan bahwa membentuk karakter remaja bukan pekerjaan mudah, namun akan menjadi lebih ringan jika seluruh pihak — pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat — bergerak bersama.
REDAKSI:Mito
EDITOR: MOLOKUNEWS.COM
