π²π¨-MOLOKUNEWSCOM-π²π¨
Jakarta, 29 Januari 2026 β Komandan Pangkalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., menghadiri Rapat Koordinasi Bidang Operasi (Rakorops) TNI Angkatan Udara tahun 2026 yang diselenggarakan pada Rabu (28/01/2026).
Acara berlangsung di Ruang GSG Suharnoko Harbani, Markas Besar TNI Angkatan Udara (Mabesau), Cilangkap, Jakarta.
Rakorops TNI AU tahun ini menjadi ajang penting untuk menyusun, menyelaraskan, dan mengevaluasi seluruh rencana serta strategi operasional yang akan diterapkan sepanjang tahun 2026.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh elemen TNI Angkatan Udara dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi, mulai dari pertahanan udara nasional, operasi pengamanan, hingga tugas bantuan negara dalam menghadapi berbagai tantangan.
Dalam sambutan awal acara, Kepala Staf TNI Angkatan Udara yang juga memimpin rapat tersebut menekankan pentingnya sinergi antar satuan kerja dan pangkalan dalam pelaksanaan operasi. Menurutnya, perkembangan dinamika keamanan regional dan global serta kemajuan teknologi membutuhkan kesiapan yang optimal dari setiap komponen TNI AU.
Sebagai komandan salah satu pangkalan udara strategis di Indonesia bagian selatan, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto turut berperan aktif dalam sesi diskusi.
Ia menyampaikan laporan terkait kesiapan operasional Lanud Sultan Hasanuddin, termasuk kondisi fasilitas, kesiapan personel, serta langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mendukung program kerja TNI AU tahun ini.
“Lanud Sultan Hasanuddin terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas guna mendukung tugas operasional TNI Angkatan Udara.
Kami telah melakukan berbagai langkah pembenahan dan penguatan, baik dari sisi infrastruktur maupun pelatihan personel, agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi keamanan dan kedaulatan udara negara,” ujarnya dalam kesempatan tersebut.
Rakorops tahun 2026 juga membahas beberapa prioritas utama, antara lain penguatan sistem pertahanan udara terpadu, optimalisasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam operasi, serta peningkatan kerja sama dengan berbagai pihak terkait baik dalam negeri maupun luar negeri.
Selain itu, rapat juga membahas persiapan terhadap berbagai skenario potensial yang mungkin terjadi dan langkah-langkah antisipatif yang perlu diambil.
Acara dihadiri oleh para komandan pangkalan udara se-Indonesia, pejabat utama Mabesau, serta perwakilan dari berbagai divisi dan pusat kerja TNI Angkatan Udara.
Setelah menyelesaikan rangkaian sesi pembahasan, peserta rapat sepakat untuk segera mengimplementasikan kesepakatan yang telah dicapai agar program kerja operasional TNI AU tahun 2026 dapat berjalan lancar dan efektif.Sumber: (TNI AU )π²π¨
EDITOR MEDIA MITO MOLOKUNEWSCOM- π²π¨
