π²π¨-MOLOKUNEWS.COM-π²π¨
5 Janwari 2025
Distrik Beoga Barat, Papua – Sebuah momen bersejarah dan haru tercipta di Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, pada hari Sabtu (3/1/2026). Lima pemuda asli Papua, yang sebelumnya tergabung dalam kelompok OPM pimpinan Joni Botak
Lima Anggota OPM dengan berani melangkah ke Titik Kuat Jampul Satgas Yonif 732/Banau untuk menyampaikan kepada Komandan Titik Kuat Jampul, Letda Inf Jemmy Roundonuwu tentang keinginan mereka untuk menyatakan tekad kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kelima pemuda tersebut adalah Damal Kum alias Oten (19), Iyan Uamang (26), Maikel Uamang (14), Julian Wandagau (18), dan Eten Uamang (24). Mereka datang didampingi oleh Kepala Suku Kampung Jampul, Bapak Kum Uamang, sebagai bentuk dukungan dan jaminan dari masyarakat adat.
Keputusan bersejarah ini bukan terjadi secara instan, langkah ini merupakan buah dari program penggalangan masyarakat (teritorial) yang digencarkan Satgas Yonif 732/Banau yang tergabung dalam Koops TNI Habema selama yangΒ bertugas di Wilayah Kabupaten Puncak.
Titik Kuat Jampul membuktikan bahwa program yang diberi nama ROSITA (Borong Hasil Tani) dan PASTOOR (Pelayanan Kesehatan Door to Door), bersama dengan kegiatan Banau Berbagi Jumat, sweeping humanis, dan pembagian sembako, berhasil menjalin komunikasi dan membangun kepercayaan masyarakat Kp.Jampul Distrik Beoga Barat.
“Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi sebagai sahabat dan bagian dari masyarakat. Pendekatan kami adalah dialog, pelayanan, dan menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi dan membangun,” ujar Dansatgas Yonif 732/Banau, Letkol Inf M. Nurul Chabibi,S.H
Kepercayaan yang tumbuh dari program ini mendorong Iyan, Maikel, dan Eten yang sempat bersembunyi di Jampul untuk membuka diri. Mereka bahkan mengajak dua rekannya, Damal Kum dan Julian Wandagau, yang berada di Timika untuk pulang dan bersama-sama memilih jalan damai.
Setelah proses pendalaman dan koordinasi intensif dengan tokoh masyarakat, dijadwalkan sebuah upacara ikrar resmi pada Minggu (4/1/2026) di Halaman Gereja Bethel Kampung Jampul. Acara yang akan dihadiri Dansatgas, Staf Satgas, Kepala Distrik, serta ratusan masyarakat dari empat kampung sekitar ini, menjadi simbol rekonsiliasi dan awal baru.
“Pembacaan ikrar ini bukan akhir, tapi awal dari proses reintegrasi. Fokus kami adalah memberikan jaminan keamanan, pendampingan, dan memastikan mereka mendapat program pemberdayaan dari pemerintah untuk membangun kehidupan baru yang bermartabat,” tegas Letkol inf Muhammad Chabibi,S.H.
Kejadian ini dianalisis sebagai keberhasilan signifikan dari pendekatan operasi teritorial yang humanis. Langkah kelima pemuda ini diperkirakan akan memberikan dampak psikologis yang luas,
Dan akan memperkuat penolakan masyarakat terhadap pengaruh kelompok OPM yang selama ini mengintimidasi masyarakat, mengambil hak-hak masyarakat, dan memperkecil ruang gerak kelompok OPM di wilayah distrik beoga ini. Saat ini, informasi menyebutkan kelompok pimpinan Joni Botak berada di wilayah Tembagapura.
Momen “pulang” ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI, dengan strategi yang tepat, mampu menjadi jembatan perdamaian dan memenangkan hati serta pikiran masyarakat di tanah Papua, untuk bersama-sama mengukuhkan Indonesia yang bersatu dan berdaulat di bawah kibaran mera putih π²π¨
(Sumber 732 Banau)π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨
Editor Media Mito Molokunews.com
