🇮🇩-MOLOKUNEWSCOM-🇮🇩
2 Desember 2025
Halmahera Selatan — Masyarakat Desa Modayama dan sejumlah desa di wilayah Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, melayangkan laporan terkait dugaan ketidakhadiran Kepala Sekolah SMP Negeri 63 Kayoa Utara, Ismail Hasyim, yang disebut telah tidak melaksanakan tugas selama lebih dari satu bulan. Ketidakhadiran tersebut dikhawatirkan mengganggu proses pembelajaran, terlebih kini sekolah telah memasuki tahapan penting pada semester berjalan.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa Ismail Hasyim, yang selain menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP 63 juga merangkap jabatan sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kayoa Utara, diduga meninggalkan tugas tanpa penjelasan yang jelas kepada pihak sekolah maupun masyarakat sekitar. Kondisi ini menimbulkan keresahan karena aktivitas akademik membutuhkan pengawasan penuh dari pimpinan sekolah.
Warga Modayama, bersama masyarakat dari beberapa desa sekitar, menyampaikan bahwa ketidakhadiran kepala sekolah terjadi di momen krusial yakni saat sekolah tengah memasuki tahapan evaluasi dan persiapan semester, termasuk penyusunan administrasi, supervisi guru, serta persiapan penilaian akhir.
Kami merasa dirugikan. Anak-anak kami sedang menghadapi kegiatan semester, tetapi kepala sekolah tidak berada di tempat. Sudah lebih dari satu bulan kami tidak melihat aktivitas beliau di sekolah,” ungkap salah satu Orang tua Wali Murid di Desa Modayama.
Warga Dan Orang Tua menilai bahwa jabatan rangkap yang diemban Ismail Hasyim sebagai Kepsek dan Korwil tidak boleh dijadikan alasan untuk meninggalkan kewajiban utama sebagai pimpinan sekolah. Mereka menuntut agar Bupati Halmahera Selatan dan Kepala Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepsek yang bersangkutan.
Masyarakat meminta pemerintah daerah, terutama dinas pendidikan, memastikan sekolah berjalan dengan baik. Jika kepala sekolah tidak mampu menjalankan tugas, maka harus ada tindakan tegas,” lanjut warga lainnya dalam laporan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Halmahera Selatan maupun pemerintah kecamatan terkait laporan masyarakat tersebut. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat demi menjamin kualitas pendidikan di Kayoa Utara, terutama menjelang agenda penilaian semester yang membutuhkan kehadiran penuh kepala sekolah.
(kabiro Halsel ASwad )
Red- Editor media: Mito molokuNews
