🇲🇨-MOLOKUNEWSCOM-🇲🇨
29 Januari 2026
TERNATE – Kasus dugaan pemukulan yang terjadi di pintu masuk Pelabuhan Perikanan Bastiong, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, memicu gelombang protes dari kerabat korban dan sejumlah warga sekitar.
Insiden tersebut dinilai mencerminkan buruknya tata kelola dan lemahnya aturan dalam sistem penagihan karcis di kawasan pelabuhan Perikanan , yang hingga kini masih meresahkan Masyarakat dan Warga sekitar untuk masuk membeli ikan ,
Aksi protes warga muncul sebagai bentuk kekecewaan atas peristiwa kekerasan yang dialami korban, yang diduga bermula dari persoalan penagihan karcis masuk pelabuhan Perikanan Bastiong.
Warga menilai, keterlibatan pihak-pihak nonresmi dalam penarikan karcis berpotensi menimbulkan konflik, kesalahpahaman, hingga tindakan anarkis di lapangan.
Salah satu tokoh pemuda Bastiong Karance Ternate Selatan, Utam, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menilai insiden pemukulan tidak seharusnya terjadi jika sistem pengelolaan dan penagihan karcis di Pelabuhan Perikanan Bastiong diatur secara jelas, transparan, dan dijalankan oleh petugas resmi.
“Kami sangat kecewa dengan kejadian ini. Kekerasan tidak boleh menjadi bagian dari aktivitas di pelabuhan. Jika aturan dibuat jelas dan penagihan karcis hanya dilakukan oleh petugas resmi, maka konflik seperti ini bisa dihindari,” tegas Utam kepada wartawan.
Menurutnya, Aktifitas AnakAnak peserta buruh dan Di pelabuhan dalam urusan penagihan karcis bukan hanya berisiko, tetapi juga membuka ruang terjadinya tindakan sewenang-wenang.Harus Ada Jam dan Hari libur Yang Di Tetapkan Petugas Pintu masuk Perikanan ,
Ia meminta pihak pengelola pelabuhan Perikanan dan instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang selama ini berjalan.
Utam juga menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dipandang sebagai kasus individu semata, melainkan sebagai masalah struktural yang membutuhkan solusi adil dan berkelanjutan.
Ia mendorong adanya dialog terbuka antara pihak pelabuhan Perikanan , pemerintah daerah, aparat keamanan, serta perwakilan buruh dan masyarakat.
“Kami tidak ingin ada pihak yang dikorbankan. Buruh dan anak pelabuhan juga hanya mencari nafkah. Tapi harus ada batas yang jelas mana tugas petugas resmi dan mana yang bukan,” ujarnya.
Warga berharap, kejadian pemukulan ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar penataan Pelabuhan Bastiong dilakukan secara profesional dan humanis.
Selain menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jasa pelabuhan, penertiban sistem penagihan karcis juga dinilai penting untuk menjaga citra Kota Ternate sebagai daerah pelabuhan Perikanan yang tertib dan aman.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah konkret dari pihak berwenang terkait penanganan kasus pemukulan tersebut serta penertiban mekanisme penagihan karcis di Pelabuhan Perikanan Bastiong.
Mereka menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada solusi yang jelas dan berkeadilan.(Utam)
Redaksi-Editor Media Mito MOLOKUNEWSCOM-🇲🇨
