🇲🇨-MOLOKUNEWSCOM-🇲🇨
10 Janwari 2026
SOFIFI – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I yang digelar dalam rangka mendukung program Swasembada Pangan Tahun 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara daring melalui Zoom Meeting,pada hari Kamis (8/1/2026).
Pelaksanaan panen raya di wilayah Maluku Utara dipusatkan di Desa Oba, Kecamatan Oba Utara, Sofifi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Maluku Utara, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Kapolresta Tidore Kepulauan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara, Koordinator Staf Pimpinan (Koorspripim) Polda Malut, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Utara dan tamu undangan lainnya.
Dalam Zoom Meeting tersebut, Kapolri menggelar dialog interaktif dengan empat Polda yang menjadi lokasi prioritas program swasembada pangan, yakni Polda Sumatera Selatan, Polda Kalimantan Barat, Polda Sulawesi Selatan, dan Polda Lampung. Dialog membahas berbagai strategi, inovasi, serta target pencapaian dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Ketua Komisi IV DPR RI, saat berdialog dari Polda Sumatera Selatan, menyampaikan apresiasi atas inovasi pemanfaatan enceng gondok yang kini mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi para petani. Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penganggaran pengadaan mesin pengering (dryer) guna membantu petani dalam proses pascapanen yang selama ini menjadi kendala.
Sementara itu, Menteri Pertanian RI yang mengikuti dialog dari Polda Sulawesi Selatan menegaskan bahwa program swasembada pangan merupakan langkah strategis untuk mengurangi kemiskinan sekaligus menekan angka kriminalitas. Ia juga menyampaikan apresiasi Presiden RI terhadap peran aktif Polri dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
“Bapak Presiden sangat mengapresiasi program Swasembada Pangan yang dilaksanakan oleh Polri karena terbukti mampu meningkatkan angka panen secara signifikan. Kami menargetkan pada tahun 2026 Indonesia sudah dapat melakukan ekspor beras dan jagung,” ungkap Menteri Pertanian.
Senada dengan itu, Direktur Utama Perum Bulog saat berdialog dari Polda Lampung menegaskan kesiapan Bulog untuk bersikap proaktif dalam mendukung petani. Ia menyatakan bahwa Bulog akan melakukan pendekatan jemput bola dengan memberikan pendampingan mulai dari panen hingga pascapanen.
“Kami tidak akan menunggu, tetapi aktif mendampingi petani. Kami juga mengupayakan agar setiap satuan Bulog ke depan mampu melakukan ekspor,” tegasnya.
Dalam arahannya saat berdialog dengan Polda Kalimantan Barat, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya optimalisasi lahan yang masih tersedia, baik melalui penambahan alat dan mesin pertanian maupun penyediaan bibit unggul. Kapolri juga mendorong agar penanaman jagung dilakukan secara maksimal mengingat harga komoditas tersebut yang cukup baik di pasaran.
“Kami mendorong penanaman jagung secara optimal. Harapannya, pada tahun 2026 Indonesia tidak lagi melakukan impor jagung. Proses pengeringan juga harus mencapai kadar air 17 persen agar dapat diterima Bulog. Melalui swasembada ini, Indonesia diharapkan mampu beralih menjadi negara pengekspor jagung,” ujar Kapolri.
Rangkaian kegiatan panen raya diakhiri dengan penyerahan bantuan sosial (bansos) dan alat mesin pertanian (alsintan) oleh Kapolri bersama para undangan VIP kepada perwakilan kelompok tani. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi panen raya menggunakan mesin combine harvester serta peninjauan kegiatan bakti kesehatan yang digelar di lokasi kegiatan.(Amat)
Tim Red-Editor media Mito MOLOKUNEWSCOM-🇲🇨
