🇲🇨MOLOKUNEWSCOM🇲🇨
12 Febuari 2026
Halmahera Selatan – Tim sepak bola Hidayat FC bersama para pendukungnya menyampaikan rasa bangga sekaligus kekecewaan usai memutuskan untuk tidak melanjutkan keikutsertaan dalam ajang Piala Bupati Halmahera Selatan.
Keputusan tersebut diambil setelah tim menilai adanya ketidakadilan dalam proses penyelenggaraan pertandingan.
Hidayat FC sebelumnya tampil impresif sepanjang turnamen.
Dari tujuh kali pertandingan yang dijalani, tim ini tidak pernah merasakan kekalahan. Catatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pemain, official, maupun suporter yang setia mendukung di setiap laga.
Para pendukung Hidayat FC mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pemain yang telah berjuang maksimal di lapangan hijau.
Menurut mereka, perjuangan tanpa kekalahan dalam tujuh pertandingan menjadi bukti bahwa tim memiliki kualitas dan mental juara.
Namun di balik kebanggaan tersebut, kekecewaan tampak jelas di raut wajah para suporter. Mereka menilai ada keputusan panitia yang dianggap merugikan tim.
Situasi inilah yang akhirnya mendorong manajemen dan masyarakat Desa Hidayat mengambil sikap tegas.
“Kami tidak kalah di lapangan hijau, tetapi kami kalah di atas meja panitia,” ungkap perwakilan pendukung Hidayat FC.
Mereka menyebut bahwa keputusan yang diambil panitia dinilai tidak berpihak pada asas keadilan. Bahkan, muncul anggapan bahwa tim tidak memiliki dukungan atau ‘bekingan’ untuk memperjuangkan haknya dalam menghadapi keputusan tersebut.
Atas dasar itu, Hidayat FC memilih untuk mundur sebagai bentuk protes dan sikap menjaga marwah tim serta solidaritas masyarakat desa.
Mereka menegaskan bahwa semangat juang tidak akan pernah padam, meski harus mengakhiri langkah di turnamen bergengsi tersebut.
Pihak Hidayat FC berharap kejadian serupa tidak terulang pada kompetisi berikutnya.
Mereka meminta agar panitia dapat bersikap netral dan profesional dalam menjalankan tugas, mengingat Piala Bupati merupakan ajang prestisius di Halmahera Selatan yang bertujuan mencari dan membina bibit-bibit pemain potensial daerah.
“Anjang Piala Bupati adalah liga bergengsi di Halmahera Selatan. Seharusnya dijadikan wadah pembinaan talenta muda, bukan diwarnai polemik,” ujar salah satu tokoh masyarakat Desa Hidayat.
Meski harus menepi dari kompetisi, Hidayat FC tetap menyatakan komitmennya untuk terus berlatih dan berprestasi di kesempatan mendatang.
Dukungan penuh dari masyarakat desa menjadi motivasi utama untuk bangkit dan menatap turnamen berikutnya dengan semangat baru. (Kabiro Aswad)
Infestigasi :(Ruslan W)
Redaksi-Editor Media Mito MOLOKUNEWSCOM- 🇲🇨
