π²π¨-MOLOKUNEWS.COM-π²π¨Β
HALSEL β Sejumlah warga Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat pada hari Senin (2/3/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus penyampaian aspirasi masyarakat terkait dugaan ketidaknetralan dalam pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Sejak pagi hari, warga mulai berkumpul di area depan SPBU dengan membawa tuntutan agar pengelola menjalankan distribusi BBM subsidi secara adil, transparan, dan tidak diskriminatif.
Masyarakat menilai selama ini terdapat ketimpangan dalam penyaluran, di mana kelompok tertentu diduga mendapatkan akses yang lebih mudah serta jumlah yang lebih banyak dibandingkan warga lain yang juga berhak menerima subsidi.
Koordinator aksi, Mursal Hamir, dalam orasinya menegaskan bahwa masyarakat hanya menuntut hak yang seharusnya mereka peroleh sesuai dengan ketentuan pemerintah.
βKami tidak ingin ada perlakuan khusus kepada pihak tertentu. Pembagian BBM bersubsidi harus dilakukan secara netral dan merata. Semua warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan BBM sesuai aturan yang berlaku,β ujarnya di hadapan massa aksi.
Menurutnya, BBM bersubsidi memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat Pulau Makian, terutama bagi nelayan, petani, pelaku usaha kecil, serta pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar dengan harga terjangkau.
Aksi yang berlangsung tertib tersebut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian serta petugas keamanan SPBU guna memastikan situasi tetap kondusif.
Massa aksi juga menyerahkan surat pernyataan resmi yang berisi tuntutan serta harapan masyarakat agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme distribusi yang berjalan selama ini.
Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan manajemen SPBU menyatakan pihaknya menghargai masukan dari masyarakat dan berkomitmen untuk segera melakukan langkah perbaikan.
Mereka menyebut akan melakukan verifikasi internal serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
βKami menghargai aspirasi warga sebagai bentuk kepedulian bersama.
Dalam waktu dekat kami akan melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait agar penyaluran BBM subsidi dapat berjalan secara adil dan sesuai aturan,β ujar salah satu perwakilan manajemen.
Selain itu, pihak SPBU juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses evaluasi berlangsung.
Mereka menegaskan komitmen untuk meningkatkan pengawasan serta transparansi dalam pelayanan kepada masyarakat.
Setelah melalui dialog singkat dan penyampaian pernyataan dari pihak pengelola, aksi unjuk rasa akhirnya berakhir sekitar pukul 12.52 WIT dalam keadaan aman dan tertib.
Massa membubarkan diri secara damai sambil menunggu realisasi tindak lanjut dari pihak SPBU dan instansi terkait.
Masyarakat berharap hasil evaluasi nantinya dapat memberikan solusi konkret sehingga tidak lagi terjadi kesenjangan dalam distribusi BBM bersubsidi di Pulau Makian.
Ketersediaan dan pemerataan BBM dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas aktivitas ekonomi serta kesejahteran masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.
Redaksi membuka ruang konfirmasi, klarifikasi, dan hak jawab kepada seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi. (Kabiro :Halsel Aswad)
TIM REDAKSIΒ
INFESTIGASI:( RUSLAN.W)
REDAKSI EDITOR MEDIA ISMITO MOLOKUNEWSCOM- π²π¨Β
