🇲🇨-MOLOKUNEWS.COM-🇲🇨
7 Janwari 2026
PADA. Tahun ke tahun awal demokrasi sangat kental di lintas mahasiswa kata demokrasi seringkali terdengar di perkumpulan mahasiswa di lingkup perguruan tinggi, seakan demokrasi itu sebagai satu study kasus yang hangat sehingga mau tak mau harus di perbincangkan.
Mahasiswa yang dulunya sangat kental sama tradisi lapak baca buku, mimbar bebas, dan diskusi bersama namun kini semuanya hanya tersisa nama yang yang di tinggalkan para mahasiswa tahun 80 han.
Namun demokrasi kini perlahan-lahan hilang di perbincangan lintas mahasiswa, awalnya mahasiswa berpegang teguh dengan demokrasi, untuk bagimna mereka menampung mahasiswa untuk membaca buku, kajian isu, menyuarakan problem matikan yang terjadi.
Namun hadirnya teknologi kini demokrasi di bungkam dan lapak baca buku pun kini hilang sedikit demi sediki dalam kantung hitam Dangan hadirnya covit19. Jangan herang apa bilang mahasiswa generasi gen Z lebi terpatron dengan teknologi daripada membaca buku, diskusi,dan kajian isu dari covit19,.
kita perlu berkaca dengan hadirnya sistem pemerintahan gerakan mahasiswa kini di paksa berhenti dengan hadirnya covit19 banya aktivis dan jurnalis kehilangan provesi sebagai seorang jurnalis, karna akibat dari hadirnya covit19 terpaksa mereka di tekan untuk diam di dalam rumah Tampa aktivitas.
Dari covit19 mahasiswa- mahasiswa handal kini di bumkam dengan sistem pemerintahan mahasiswa kini lebi terpatron Deng sistem teknologi seperti, META AL, CICI, maupun dola, kini pemikiran mahasiswa generasi gen Z suda teakumudir dengan teknologi modern yang Tampa mahasiswa sadar dengan mengunakan sistem yang berbasis teknologi dapat mengganggu cara pandang mereka.
Dari data wps pada tahun 2024 sekitar 500 sampai 600 juta mahasiswa mengunakan aplikasi meta al, yang berbasis sistem teknologi yang kini mengundang kematian demokrasi di linta mahasiswa pada saat ini.
Dari Angka di atas bukan hanya sekedar angka namun perlu kita berkaca bawasanya dengan hadir teknologi mahasiswa dengan aktifitas membaca buku kini tidak lagi terlihat, mahasiswa Denga megafon perubahannya tidak lagi terlihat dan tidak lagi mendengarkan suara perubahan yang keluar dari mulut dan pemikiran mahasiswa handal.
DEMOKRASI tidak menggaji kalian namun demokrasi hanya meminta waktu kalian bagimna waktu itu di pakai untuk membaca buku dan persentasi sesama mahasiswa demokrasi tidak membutuhkan wanita cantik maupun ganteng demokrasi hanya membutuhkan mahasiswa yang betul” ingin belajar bukan hanya scrol tiktok dan WhatsApp.
Jangan biarkan sistem Tek menguasai alam pikir kalian namun coba la kalian menguasai sistem yang berbasis teknologi yang di ciptakan untuk membuat anak muda Indonesia malas belajar dan berpikir sehingga anak muda sangat bergantung pada sistem teknologi sehingga kalian tetap terjebak dengan kebodohan berpikir akibat tidak membaca buku.
Jika kalian ingin berubah menjadi orang yang pandai berpikir makan hidupkan ruang demokrasi untuk lapak baca, diskusi bersama, sambil mimbar bebas! Jika hal ini terus di jalankan jangan herang pemikiran kalian akan lebih luas lagi.
Maka dengan itu penulis mengajak seluruh mahasiswa yang ada di Maluku Utara khususnya di kota ternate, sama-sama mengembalikan jatidiri mahasiswa yang perlahan Puna di lingkup mahasiswa maupun perguruan tinggi,
Sumber Rilisan:(Dahari Fardinan)
Editor Media Mito MOLOKUNEWSCOM- 🇲🇨
