Obi, Rabu, 2 Juli 2025 – Banjir yang melanda Desa Jikohai, Obi Barat, Halmahera Selatan, sejak Rabu dini hari telah menimbulkan penderitaan bagi warga. Air dengan ketinggian lebih dari 1,5 meter merendam pemukiman warga selama berjam-jam.
Warga Jikohai kini berada dalam kondisi kritis. Rumah-rumah mereka terendam, harta benda rusak, dan akses terhadap kebutuhan pokok seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan terhambat. Kondisi ini diperparah dengan lambatnya surutnya air banjir.
Jeritan minta tolong warga Jikohai ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan DPRD. Mereka mendesak agar bantuan segera diberikan untuk meringankan beban penderitaan mereka. Kekecewaan mendalam terpancar dari warga atas respon pemerintah yang dinilai lamban dan kurang peduli.
“Kami kecewa dengan sikap pemerintah yang seakan menutup mata terhadap penderitaan kami,” ungkap salah satu warga yang rumahnya terendam. “Mereka hanya ingat kami saat kampanye, meminta suara, tetapi setelah terpilih langsung melupakan janji-janji mereka.”
Selain bantuan logistik, warga juga sangat membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang memadai. Banyak warga yang jatuh sakit akibat terendam banjir dan membutuhkan perawatan medis segera. Minimnya akses kesehatan di lokasi bencana semakin mempersulit situasi.
Pemerintah Desa Jikohai turut mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan. Koordinasi yang cepat dan terarah sangat dibutuhkan untuk penanggulangan bencana ini. Kecepatan respon pemerintah menjadi kunci untuk meminimalisir dampak yang lebih buruk.
Kekecewaan warga semakin memuncak karena merasa ditinggalkan oleh pemerintah. Mereka mempertanyakan keberadaan pemerintah daerah dan DPRD yang dinilai lamban dalam memberikan pertolongan. “Dimana pemerintah? Dimana DPRD? Kami hanya rakyat kecil yang membutuhkan bantuan,” teriak warga yang putus asa.
Kondisi di Desa Jikohai sangat memprihatinkan. Perlu penanganan segera dan terpadu dari berbagai pihak untuk meringankan penderitaan warga. Bantuan logistik, pelayanan kesehatan, dan pemulihan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan DPRD harus segera mengambil langkah konkret. Tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memastikan transparansi dan pengawasan dalam penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah untuk selalu siaga dalam menghadapi bencana dan memprioritaskan keselamatan serta kesejahteraan rakyatnya. Tanggung jawab pemerintah bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Harapan warga Jikohai untuk mendapatkan bantuan dan pertolongan harus segera direspon. Solidaritas dan kepedulian dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk membantu mereka bangkit dari bencana ini.
Reporter MolokuNews ( Mito )
Editor MolokuNews ( Win)
