-๐ฎ๐ฉ—MOLOKUNEWS.COM—๐ฎ๐ฉ
Maluku Barat Daya โ Di Pulau Lakor, sebuah pulau karang dengan kondisi tanah yang kurang subur, Babinsa Sertu Sabri Tuharea telah melakukan inovasi luar biasa dengan mengubah lahan yang semula tidak produktif menjadi lahan subur untuk tanaman bawang merah. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga mengubah gaya hidup mereka secara signifikan.
Pulau Lakor, yang terdiri dari lima desa (Sera, Yamluli, Lolotuara, Ketty Letpey, dan Letoda) dan tiga dusun (Kiera, Werwawan, dan Letwaru), memiliki kondisi geografis yang unik dengan 75% wilayahnya berupa karang dan hanya 25% berupa tanah. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang sebagian besar sebelumnya hanya mengandalkan produksi minuman keras tradisional jenis Sopi sebagai mata pencaharian.
Sertu Sabri Tuharea, yang ditugaskan sebagai Babinsa di Pulau Lakor pada Mei 2021, merasa prihatin dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat binaannya. Berbekal pengalamannya bertugas di Kodim 1506/Namlea, ia berinisiatif mencoba menanam bawang merah di sekitar pos ramil menggunakan polibek sederhana dan tanah bekas kotoran kuda serta kambing. Hasilnya sangat menggembirakan, bawang merah tumbuh subur.
Pada bulan berikutnya, Sertu Sabri berkoordinasi dengan Kepala Desa Sera dan mempresentasikan hasil tanamnya. Bersama-sama, mereka menggandeng pejabat desa untuk mensosialisasikan inovasi pengembangan tanaman bawang kepada masyarakat. Usulan ini diterima dengan baik, dan pada Oktober 2021, Sertu Sabri bersama masyarakat Desa Sera mulai bergotong royong menggarap lahan desa seluas 50 meter x 50 meter. Mereka membuat bedengan dengan susunan batu karang sebagai pembatas, lalu memasukkan tanah bekas kotoran ternak dan rumput alam.
Pada Desember 2021, tanaman bawang mulai panen dengan hasil yang memuaskan. Hasil panen awal dapat dikonsumsi oleh Babinsa Sertu Sabri Tuharea Ubah Pulau Karang Lakor Jadi Sentra Bawang Merah.
Lakor, Maluku Barat Daya โ Di Pulau Lakor, sebuah pulau karang dengan kondisi tanah yang kurang subur, Babinsa Sertu Sabri Tuharea telah melakukan inovasi luar biasa dengan mengubah lahan yang semula tidak produktif menjadi lahan subur untuk tanaman bawang merah. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga mengubah gaya hidup mereka secara signifikan.
Pulau Lakor, yang terdiri dari lima desa (Sera, Yamluli, Lolotuara, Ketty Letpey, dan Letoda) dan tiga dusun (Kiera, Werwawan, dan Letwaru), memiliki kondisi geografis yang unik dengan 75% wilayahnya berupa karang dan hanya 25% berupa tanah. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang sebagian besar sebelumnya hanya mengandalkan produksi minuman keras tradisional jenis Sopi sebagai mata pencaharian.
Sertu Sabri Tuharea, yang ditugaskan sebagai Babinsa di Pulau Lakor pada Mei 2021, merasa prihatin dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat binaannya. Berbekal pengalamannya bertugas di Kodim 1506/Namlea, ia berinisiatif mencoba menanam bawang merah di sekitar pos ramil menggunakan polibek sederhana dan tanah bekas kotoran kuda serta kambing. Hasilnya sangat menggembirakan, bawang merah tumbuh subur.
Pada bulan berikutnya, Sertu Sabri berkoordinasi dengan Kepala Desa Sera dan mempresentasikan hasil tanamnya. Bersama-sama, mereka menggandeng pejabat desa untuk mensosialisasikan inovasi pengembangan tanaman bawang kepada masyarakat. Usulan ini diterima dengan baik, dan pada Oktober 2021, Sertu Sabri bersama masyarakat Desa Sera mulai bergotong royong menggarap lahan desa seluas 50 meter x 50 meter. Mereka membuat bedengan dengan susunan batu karang sebagai pembatas, lalu memasukkan tanah bekas kotoran ternak dan rumput alam.
Pada Desember 2021, tanaman bawang mulai panen dengan hasil yang memuaskan. Hasil panen awal dapat dikonsumsi oleh masyarakat Desa Sera, yang kemudian memicu antusiasme untuk mengembangkan lahan lebih luas. Dengan dukungan lahan desa seluas 1,5 hektar, masyarakat didampingi Sertu Sabri
Sumber:KodamPatimuraMaluku ๐ฎ๐ฉ
Editor molokuNewsComย
