🇲🇨MOLOKUNEWSCOM🇲🇨
Selasa -7 April 2026-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Halmahera Selatan menyoroti progres pembangunan infrastruktur Jalan Lingkar Bacan Barat yang hingga kini dinilai belum menunjukkan kejelasan lanjutan.
GPM Halsel menyatakan masih menunggu langkah Bupati Halmahera Selatan dalam mendesposisi usulan kontrak pekerjaan lanjutan yang telah diajukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Menurut GPM, kejelasan sikap kepala daerah sangat penting untuk memastikan kelanjutan proyek strategis tersebut, mengingat peran Jalan Lingkar Bacan Barat dalam mendukung konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, GPM Halsel telah menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati dan Kantor PUPR Halmahera Selatan sebagai bentuk desakan agar pembangunan jalan lingkar tersebut terus dilanjutkan.
Aksi itu dilakukan karena akses jalan di wilayah Bacan Barat dinilai belum optimal, dengan masih adanya sejumlah titik ruas jalan yang belum dibangun.
Aksi tersebut kemudian mendapat respons dari Dinas PUPR dan berlanjut ke forum hearing yang digelar di ruang rapat PUPR Halmahera Selatan pada Selasa, sekitar pukul 12.00 WIT.
Dalam hearing tersebut, Kepala Dinas PUPR Halmahera Selatan, Idham Pora, menjelaskan bahwa kendala utama pembangunan berada pada persoalan lahan.
Ia menyebut adanya klaim kepemilikan dari warga yang menuntut penyelesaian pembayaran lahan sebelum pembangunan dilanjutkan.
“Dalam proses pembangunan ruas jalan dari Kaputusan ke Indari, kami terkendala klaim kepemilikan lahan dari warga yang meminta agar dilakukan pembayaran terlebih dahulu. Karena itu, pembangunan sempat dilanjutkan dengan melewati beberapa titik yang masih dalam sengketa,” ungkap Idham.
Selain itu, ia juga menjelaskan adanya kendala teknis, khususnya pada pembangunan jembatan di ruas tersebut.
Menurutnya, terdapat tiga jembatan dengan bentang lebih dari lima meter yang secara teknis harus dianggarkan secara terpisah.
Sementara itu, salah satu kepala bidang (Kabid) PUPR menambahkan bahwa di sepanjang ruas tersebut telah dibangun lebih dari 30 deker, meskipun sebagian masih menggunakan material batang pohon sebagai solusi sementara.
“Kami memprioritaskan pembukaan dan pembangunan badan jalan menuju Bacan Barat, sehingga beberapa infrastruktur pendukung masih bersifat sementara,” jelasnya.
Meski telah dilakukan hearing, GPM Halsel menegaskan akan terus mengawal proyek tersebut. Bahkan, dalam waktu dekat mereka berencana kembali menggelar aksi demonstrasi.
“Dalam dua minggu ke depan, kami secara organisatoris akan melakukan aksi sebagai bentuk pengawalan terhadap sikap Bupati dalam mendesposisi usulan pekerjaan lanjutan dari PUPR Halsel,” ujar Harmain Ketua GPM Halsel.
Mereka juga menyatakan akan kembali turun ke jalan jika belum ada perkembangan signifikan dari pemerintah daerah.
GPM Halsel menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur di Halmahera Selatan hingga tuntas.
“Kami akan mengawal hingga tuntas progres pembangunan Jalan Lingkar Bacan Barat dan Pelabuhan Semut,” tegasnya (Tim Red)
Editor Tayangan Media Mito MOLOKUNEWSCOM- 🇲🇨
