🇲🇨 MOLOKUNEWS.COM 🇲🇨
13 Januari 2026
Halmahera Selatan — Kebijakan pemangkasan Dana Desa pada Tahun Anggaran 2026 tidak serta-merta melumpuhkan roda pembangunan di Kabupaten Halmahera Selatan.
Menurut Ismit R Yamani Di tengah tekanan fiskal nasional dan keterbatasan ruang anggaran, para kepala desa justru menunjukkan ketangguhan kepemimpinan dengan mengubah tantangan menjadi peluang demi keberlanjutan ekonomi masyarakat desa.
Dengan hati yang Tulus dan keteguhan hati menunggu tambahan bantuan dari pemerintah pusat, sejumlah kepala desa di Halmahera Selatan memilih mengambil langkah cepat dan adaptif. Mereka membaca arah kebijakan nasional secara cermat,
lalu kemudian mengoptimalkan sisa anggaran yang ada agar tetap berdampak langsung pada kesejahteraan warga Desa
Sikap ini mencerminkan kepemimpinan yang tegas, disiplin, serta berlandaskan rasa tanggung jawab terhadap amanat pembangunan desa.
Regulasi terbaru dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama Kementerian Keuangan melalui PMK Tahun 2026 menegaskan bahwa setiap rupiah Dana Desa harus memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat lapisan bawah.
Prinsip inilah yang kemudian dijadikan pijakan oleh para kepala desa di Halmahera Selatan untuk merancang ulang prioritas pembangunan.
Fokus anggaran pun bergeser ke program-program produktif berbasis potensi lokal. Dengan ruang fiskal yang semakin terbatas, Dana Desa diarahkan secara selektif untuk Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD), pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pengembangan sektor unggulan desa seperti pertanian, perikanan, dan pengolahan hasil lokal.
Langkah strategis ini terbukti mampu menjaga denyut ekonomi desa tetap hidup. Perputaran uang tidak keluar dari desa, lapangan kerja sementara tercipta, dan daya beli masyarakat tetap terjaga. Di saat yang sama, ketergantungan terhadap bantuan eksternal perlahan mulai ditekan, sejalan dengan semangat kemandirian desa.
Ismit R Yamani Menilai Fasilitator Program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu) Kabupaten Halmahera Selatan, layak mendapat apresiasi tinggi. Menurutnya, pemangkasan anggaran justru menjadi pemicu lahirnya kepemimpinan desa yang lebih tangguh, kreatif, dan mandiri. Sejalan dengan program pimpinan Daerah
Ismit juga menambahkan Pemangkasan anggaran bukan akhir dari pembangunan desa. Justru ini momentum untuk memperkuat inovasi dan kemandirian ekonomi. Apa yang dilakukan para kepala desa saat ini sangat sejalan dengan semangat regulasi 2026, yakni mendorong desa agar tidak terus bergantung pada anggaran pusat Dan hibah daerah tegas “,Ismit.
Ia menambahkan, kondisi di Halmahera Selatan Beda dengan Kabupaten lain di Maluku Utara ini menjadi contoh nyata bahwa kepemimpinan adaptif adalah kunci bertahannya pembangunan ekonomi di tengah keterbatasan Anggaran ,
Dengan membaca arah kebijakan nasional secara tepat dan memprioritaskan kebutuhan riil masyarakat, desa-desa di wilayah ini tetap optimistis melangkah maju.
Ismit berharap keberhasilan transisi kebijakan tersebut dapat memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan desa dalam jangka panjang.
Lebih dari itu, Halmahera Selatan membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti membangun, selama sumber daya dikelola secara cerdas, transparan, dan berpihak kepada rakyat kecil.
Dengan semangat pengabdian dan komitmen kuat dari para kepala desa, pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan di Halmahera Selatan diyakini akan terus bergerak maju, menjadikan desa sebagai fondasi utama kemajuan daerah.
Redaksi Editor Mito MOLOKUNEWSCOM- 🇲🇨
