🇮🇩–MOLOKUNEWS.COM–🇮🇩
17 Nofember 2025
Jakarta – Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri tengah mempersiapkan 350 personel terbaiknya untuk mengikuti misi perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Seluruh personel tersebut kini menjalani latihan dasar penugasan internasional sebagai bagian dari persiapan resmi sebelum kemungkinan diberangkatkan ke wilayah konflik, termasuk Gaza.
Dankor Brimob, Komjen Pol Ramdani Hidayat, menyampaikan bahwa pelatihan yang diberikan bukan pelatihan biasa, melainkan materi khusus yang telah disesuaikan dengan standar operasi PBB. Pelatihan tersebut mencakup perlindungan warga sipil, respons kemanusiaan, rule of engagement, hingga kemampuan adaptasi di lingkungan operasi multinasional.
“Pasukan yang kita siapkan ini sudah memiliki pengalaman dan kemampuan taktis yang kuat. Namun, untuk masuk operasi PBB, mereka harus memahami standar internasional dan dinamika misi penjaga perdamaian,” ujar Ramdani. Ia juga menegaskan bahwa jumlah personel masih dapat bertambah maupun berkurang, bergantung pada kebutuhan negara serta mandat resmi dari PBB.
Di sisi lain, Kadiv Hubungan Internasional Polri, Irjen Pol Amur Chandra, menegaskan bahwa seluruh personel tidak cukup hanya memenuhi standar Polri Nasional. “Seluruhnya harus lulus kualifikasi PBB, termasuk aspek teknis, fisik, mental, dan integritas. Kita tidak bisa menurunkan standar untuk misi internasional,” tegas Amur.
Ia juga menambahkan bahwa pengiriman pasukan akan menunggu mandat resmi dari PBB serta instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia. Tanpa mandat tersebut, seluruh persiapan masih bersifat kesiapsiagaan.
Polri menekankan bahwa misi ini bukan semata-mata operasi militer, tetapi misi kemanusiaan yang sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945, yaitu berperan aktif dalam menjaga ketertiban dunia serta menghapuskan penjajahan di muka bumi.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan dua jalur legal untuk penempatan pasukan perdamaian: melalui PBB atau lewat organisasi internasional lain yang memiliki mandat sah. Keputusan ini membutuhkan kajian mendalam, baik dari aspek hukum, diplomasi, maupun keamanan.
Namun demikian, hingga kini Dewan Keamanan PBB belum memberikan mandat final terkait kebutuhan pasukan penjaga perdamaian di Gaza. Kondisi ini membuat rencana pengiriman Brimob masih berada pada tahap menunggu keputusan internasional.
Jika mandat dikabulkan, keterlibatan Brimob Polri akan menjadi salah satu kontribusi besar Indonesia dalam mendukung stabilisasi, perlindungan warga sipil, serta rekonstruksi pascakonflik di Gaza. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam misi perdamaian dan kemanusiaan global.
Dengan persiapan matang dan kesiapan pasukan yang terstandarisasi internasional, Indonesia menegaskan komitmennya untuk hadir dan berperan dalam upaya perdamaian dunia, sesuai amanat konstitusi dan nilai dasar kemanusiaan.Red
SUMBER :Mako Brimob🇮🇩
Editor media Mito molokuNews.com
