🇮🇩–MOLOKUNEWS.COM–🇮🇩
Bacan Barat Utara – Masyarakat Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, menyampaikan rasa kecewa terhadap kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pihak kecamatan yang dinilai tidak menjalankan fungsi pengawasan sebagaimana mestinya. Warga menilai desa mereka menjadi salah satu yang tertinggal dibanding desa-desa lain di Bacan Barat Utara meskipun memiliki potensi pembangunan yang besar.
Sejumlah warga Desa Yaba mengungkapkan bahwa lemahnya pengawasan dari BPD dan camat berimbas pada stagnasi pembangunan desa. Menurut warga, potensi desa yang seharusnya dapat dikembangkan secara maksimal justru tidak terlihat hasilnya. Kondisi tersebut disebut terjadi karena tidak adanya kontrol, pengawasan, dan fungsi kelembagaan yang berjalan efektif di tingkat desa.
Warga juga menyoroti kepemimpinan Ketua BPD Desa Yaba, Laleska Ckristiyana Nita. Mereka menduga bahwa ketua BPD lebih fokus pada kepentingan pribadi sehingga mengabaikan tugas utama sebagai penampung aspirasi masyarakat.
“Kami merasa dirugikan dengan kepemimpinan BPD saat ini. Ketua BPD seakan bekerja untuk kepentingan sendiri, bukan kepentingan masyarakat desa,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya tidak disebutkan.
Lebih lanjut, warga menegaskan bahwa BPD seharusnya berperan penting dalam menyalurkan aspirasi masyarakat, termasuk persoalan kebersihan lingkungan, infrastruktur, dan kebutuhan dasar warga. Mereka menilai fungsi tersebut tidak berjalan sebagaimana aturan yang berlaku.
“BPD harusnya mendengarkan keluhan dan saran warga, lalu diperjuangkan kepada pemerintah desa. Namun hal itu tidak kami rasakan hingga sekarang,” tambah warga lainnya.
Selain itu, BPD memiliki tanggung jawab mengawasi jalannya pemerintahan desa agar kepala desa bekerja sesuai regulasi dan aspirasi warga. Namun masyarakat menilai fungsi pengawasan itu tidak berjalan sehingga berbagai persoalan di desa kerap tidak terselesaikan.
Warga berharap pihak kecamatan ikut turun tangan mengevaluasi kinerja BPD dan memastikan struktur pemerintahan desa berjalan sesuai ketentuan. Menurut mereka, pengawasan dari camat juga sangat minim, sehingga banyak permasalahan di Desa Yaba tidak pernah mendapatkan perhatian serius.
“Desa Yaba punya banyak potensi. Kalau pemerintah desa, BPD, dan camat bekerja dengan baik, desa ini tidak akan ketinggalan seperti sekarang,” tutup salah seorang tokoh masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPD dan Camat Bacan Barat Utara belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.’Red
Reporter :Awak media, LAN .W
Editor:Mito molokuNews.Com
