🇮🇩—-MOLOKUNEWS.COM—🇮🇩
Halmahera Selatan, — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 sekaligus Hari Lahir Gerakan Pemuda Maluku-Gane Barat Utara (GPM-GARUT), organisasi kepemudaan yang beranggotakan putra-putri daerah Gane Barat Utara ini menggelar kegiatan Dialog Publik bertajuk “Bacarita Gane Barat Utara” pada Selasa (29/10/2025).
Acara refleksi ini diinisiasi oleh Ketua GPM-GARUT, sebagai bentuk kepedulian terhadap peran generasi muda dalam membangun kesadaran kebangsaan, solidaritas, dan kemajuan daerah. Dengan semangat persatuan dan gotong royong, kegiatan ini menjadi wadah bagi para pemuda untuk saling bertukar gagasan, pandangan, serta refleksi terhadap perjalanan perjuangan pemuda Indonesia, khususnya dari wilayah Gane Barat Utara.
Dialog publik tersebut menghadirkan empat narasumber utama yang merupakan tokoh-tokoh inspiratif asal Gane Barat Utara, yaitu:
1. Masdar Mansur, tokoh masyarakat dan pemerhati sosial.
2. Muksin Amrin, SH., MH., praktisi hukum dan akademisi.
3. Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., M.A., akademisi sekaligus pegiat pendidikan.
4. Munira Sagaf, S.OS., aktivis perempuan dan pemerhati kebijakan publik.
Keempat narasumber tersebut berbicara dari berbagai perspektif — mulai dari pendidikan, sosial, hukum, hingga peran pemuda perempuan — dengan tujuan menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya peran pemuda dalam memperkuat pembangunan daerah dan mempererat persatuan bangsa.
Dalam sambutannya, Ketua GPM-GARUT menyampaikan bahwa momentum Sumpah Pemuda bukan hanya sekadar seremonial tahunan, tetapi menjadi ajang introspeksi bagi seluruh generasi muda Gane Barat Utara untuk terus bergerak, berkarya, dan menjaga nilai-nilai perjuangan.
> “Pemuda hari ini harus menjadi agen perubahan. Kita tidak boleh berhenti hanya pada semangat, tapi harus bergerak nyata untuk membawa perubahan bagi Gane Barat Utara dan Maluku Utara pada umumnya,” ujar Ketua GPM-GARUT dalam sambutannya.
Acara yang berlangsung penuh semangat tersebut juga diwarnai dengan sesi tanya jawab dan refleksi bersama, di mana para peserta yang mayoritas merupakan pelajar, mahasiswa, dan pemuda daerah turut menyampaikan pandangan mereka tentang kondisi sosial dan peluang pembangunan di Gane Barat Utara.
Kegiatan “Bacarita Gane Barat Utara” ini diharapkan menjadi awal dari gerakan intelektual dan sosial yang lahir dari semangat Sumpah Pemuda, serta menjadi momentum penting bagi GPM-GARUT untuk terus berperan aktif dalam mengembangkan potensi generasi muda daerah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, GPM-GARUT menegaskan komitmennya untuk terus menjaga nilai-nilai persatuan, kebangsaan, dan kemajuan daerah sebagaimana semangat yang terkandung dalam ikrar Sumpah Pemuda 1928: “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa — Indonesia.”
Redaksi: Mito
EDITOR:I .R. YAMANI
