Taliabu,Molokunews.com – Himpunan Mahasiswa Taliabu (HMT) memiliki sejarah panjang sebagai wadah perjuangan mahasiswa yang lahir dari semangat kolektif, kritis, dan berkomitmen terhadap kemajuan daerah. Namun, sangat disayangkan bahwa hingga pertengahan masa periode 2024–2026, PB HMT belum juga mendaftarkan organisasinya secara resmi ke Kesbangpol. Ini bukan sekadar kelalaian administratif, tetapi mencerminkan kemandekan arah kepemimpinan dan kurangnya kesadaran kelembagaan.
Sebagai bagian dari struktur organisasi, HMT Cabang Ternate merasa perlu menyampaikan kritik terbuka terhadap PB. Legalitas bukan perkara kecil. Ini adalah dasar dari pengakuan formal organisasi, syarat utama dalam menjalin hubungan kelembagaan dengan instansi pemerintah, dan perlindungan hukum dalam menjalankan program-program kerja organisasi. tidak terdaftarnya PB HMT di Kesbangpol bukan hanya memalukan, tapi juga berpotensi melemahkan perjuangan kolektif seluruh cabang di bawah naungannya.
HMT bukan organisasi liar. Ia lahir dari perjuangan mahasiswa Taliabu yang ingin memperjuangkan nilai-nilai perubahan, keadilan sosial, dan pembangunan daerah. Tapi bagaimana mungkin suara kita bisa didengar secara sah, jika badan pengurus tertingginya justru belum mengukuhkan eksistensinya di hadapan negara? Ini bukan sekadar formalitas birokrasi. Ini soal tanggung jawab kepemimpinan.
Kami di HMT Cabang Ternate tidak menutup mata terhadap kesulitan administratif yang mungkin dihadapi oleh PB. Namun, jika tantangan-tantangan itu dibiarkan tanpa penyelesaian, maka organisasi ini kehilangan arah. Bagaimana mungkin PB HMT dapat meminta cabang untuk patuh pada aturan, disiplin organisasi, dan etika berlembaga, sementara dirinya sendiri abai terhadap kewajiban dasarnya?
Ketika organisasi tidak terdaftar, maka segala bentuk kegiatan secara kelembagaan berada dalam zona abu-abu. Tidak ada legitimasi untuk menjalin kemitraan, tidak ada legalitas untuk mengajukan kerja sama, dan lebih parahnya lagi, tidak ada perlindungan hukum jika terjadi konflik internal. Ini sangat merugikan, bukan hanya untuk PB, tapi juga untuk semua cabang, termasuk kami yang bekerja dan berkegiatan di luar daerah Taliabu.
HMT Cabang Ternate menilai bahwa sudah waktunya PB HMT bangkit dari ketidakjelasan ini. Kami mendesak agar pengurus PB segera menyelesaikan proses pendaftaran ke Kesbangpol sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan. Jangan biarkan HMT berjalan seperti kapal tanpa pelabuhan, terombang-ambing dalam ketidakpastian administratif.
Kami juga mendorong agar PB HMT terbuka dan komunikatif kepada seluruh cabang mengenai perkembangan legalitas organisasi. Transparansi adalah bagian dari integritas. Jika ada hambatan, bicarakan. Jika butuh dukungan, koordinasikan. Tapi jangan diam dan mengabaikan kewajiban.
HMT harus menjadi organisasi yang sah, solid, dan siap menyuarakan kepentingan daerah. Dan itu dimulai dari satu hal yang paling mendasar: legalitas. Mari kita jaga marwah organisasi ini, bukan hanya dengan suara dan aksi, tapi juga dengan kepatuhan terhadap sistem yang berlaku.
(Tim.red
