Warga Dusun Bukittinggi, Desa Kukupang, Kecamatan Kepulauan Joronga, Kabupaten Halmahera Selatan, membuktikan bahwa pembangunan desa tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah. Pada 4 Juli 2025, mereka bahu-membahu membangun jembatan nelayan yang vital bagi perekonomian desa. Jembatan lama yang rusak dan membahayakan telah lama menjadi masalah, namun minimnya respon pemerintah mendorong warga untuk mengambil inisiatif.
Dengan semangat gotong royong dan dana murni dari sumbangan warga, pembangunan jembatan dilakukan secara manual. Tidak ada kontraktor, tidak ada alat berat, hanya ada kerja keras dan tekad warga untuk memperbaiki infrastruktur yang krusial bagi nelayan setempat. Proses pembangunan, mulai dari pengangkutan batu hingga penyusunannya, dilakukan secara bersama-sama dari pagi hingga sore.
Fadlun Asis, salah satu warga Dusun Bukittinggi, mengungkapkan keprihatinan atas lambannya respon pemerintah. Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini didorong oleh rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap keselamatan dan mata pencaharian nelayan. “Kalau kami hanya diam, sampai kapan nelayan harus menghadapi bahaya?” tanyanya. “Kami buktikan, kami bisa membangun sendiri,” tambahnya dengan mata berkaca-kaca.
Lebih dari sekadar jembatan, proyek ini menjadi simbol kemandirian dan perlawanan terhadap ketergantungan pada bantuan pemerintah. Di saat banyak desa mengandalkan bantuan eksternal, Dusun Bukittinggi menunjukkan kekuatan gotong royong sebagai solusi pembangunan.
Jembatan yang telah selesai dibangun kini memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi para nelayan. Mereka dapat bersandar dengan aman dan membawa hasil tangkapan dengan lancar. Namun, makna yang lebih dalam dari pembangunan jembatan ini adalah semangat pantang menyerah dan bukti nyata bahwa warga desa mampu mengatasi permasalahan mereka sendiri. Jembatan ini menjadi monumen kecil dari keberanian besar warga Dusun Bukittinggi untuk berdiri di atas kaki mereka sendiri, tanpa harus menunggu uluran tangan dari pemerintah.
Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk lebih proaktif dalam pembangunan. Minimnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar warganya menjadi pertanyaan besar yang perlu segera dijawab. Harapannya, kejadian ini dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan dan mendukung pembangunan di desa-desa terpencil. Keberhasilan Dusun Bukittinggi menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup dan dapat menjadi solusi atas keterbatasan sumber daya.
Proyek pembangunan jembatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam pembangunan desa. Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat di desa-desa lain untuk turut serta membangun desa mereka sendiri.
Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi pemerintah dan mendorong peningkatan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah terpencil. Jembatan ini bukan hanya infrastruktur, tetapi juga simbol harapan dan kemandirian warga Dusun Bukittinggi.
Reporter MolokuNews ( Mito)
Editor MolokuNews ( Win )
