MABA, MolokuNews.com – Upaya pelestarian bahasa daerah kembali mendapat dorongan positif melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajar Utama Bahasa Daerah Buli yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara. Kegiatan ini berlangsung di SD Inpres Buli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, selama empat hari, dari 23 hingga 26 Juni 2025, dan diikuti oleh 80 peserta dari berbagai sekolah dan komunitas bahasa di wilayah tersebut.
Bimtek ini menjadi bagian dari program strategis revitalisasi bahasa daerah yang dicanangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Kegiatan ini tidak hanya menyasar aspek teknis pengajaran, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga bahasa daerah sebagai warisan budaya tak benda.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Timur, Bapak Anwar, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Balai Bahasa dalam menyentuh langsung akar komunitas penutur bahasa daerah. Ia menegaskan bahwa pelestarian bahasa lokal seperti bahasa Buli adalah bagian dari upaya menjaga identitas dan jati diri masyarakat Halmahera Timur.
“Kita tidak bisa membiarkan bahasa daerah punah satu per satu. Bahasa Buli adalah kekayaan intelektual dan budaya yang harus terus ditransmisikan ke generasi muda. Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan seperti ini secara berkelanjutan,” ujar Anwar di hadapan para peserta.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pelatihan intensif tentang metode pengajaran bahasa Buli, teknik dokumentasi bahasa, hingga strategi pengembangan bahan ajar yang kontekstual dan aplikatif. Narasumber berasal dari kalangan akademisi dan praktisi bahasa daerah yang memiliki kompetensi dalam bidang linguistik dan pedagogi.
Salah satu capaian penting dari Bimtek ini adalah keberhasilan peserta dalam menyusun dan mengembangkan modul ajar bahasa Buli yang siap digunakan di sekolah dan komunitas bahasa di Maba dan sekitarnya. Modul ini dirancang untuk memudahkan proses pembelajaran bahasa Buli secara sistematis, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik budaya lokal.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara yang hadir dalam sesi penutupan menyampaikan rasa bangga atas antusiasme para peserta. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai langkah awal yang sangat penting dalam gerakan revitalisasi bahasa daerah di Maluku Utara.
“Dengan semangat dan dukungan dari masyarakat serta pemerintah daerah, kami yakin bahasa Buli tidak hanya bertahan, tetapi akan tumbuh kembali menjadi bahasa yang hidup di ruang-ruang pendidikan, keluarga, dan komunitas,” ujarnya.
Melalui Bimtek ini, Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara berharap akan lahir pengajar-pengajar bahasa daerah yang mampu menularkan kecintaan terhadap bahasa ibu kepada generasi muda. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menggelar kegiatan serupa demi menjaga keragaman linguistik dan budaya Nusantara.
Redaksi: Mito
Editor: Win
